Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi Berbagi Pengalaman Salat Id Pertama di Masjid Negara Nusantara IKN

Thomas Dwi Priyandoko • Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:00 WIB

Rizal Effendi bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. (Foto: Istimewa)
Rizal Effendi bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. (Foto: Istimewa)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Negara Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momen bersejarah bagi banyak jemaah.

Salah satunya mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang merasakan langsung pengalaman salat Id pertama di Masjid Negara Nusantara, Sabtu (21/3/2026).

Rizal yang menjabat wali kota Balikpapan dua periode di rentang 2011-2021 itu mengaku sudah berniat sejak tahun lalu untuk melaksanakan salat Id di masjid yang berada tidak jauh dari kawasan Istana Garuda tersebut.

Niat itu muncul setelah Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa Masjid Negara Nusantara siap digunakan.

“Alhamdulillah tahun ini akhirnya bisa salat Id di Masjid IKN. Niat ini sudah ada sejak setahun lalu ketika Pak Basuki mengatakan masjidnya siap digunakan,” ujar Rizal.

Ia berangkat dari Balikpapan sekitar pukul 04.00 dini hari. Perjalanan menuju IKN ditempuh sekitar satu jam melalui akses tol IKN yang khusus dibuka sejak pukul 04.30 pada hari Idulfitri.

Meski sebagian ruas masih gelap, perjalanan berlangsung lancar. Udara pagi di kawasan IKN juga terasa sangat segar ketika ia tiba di kompleks masjid yang menjadi salah satu ikon ibu kota baru tersebut.

Salat Id dimulai pukul 07.00 dengan imam Dr Ahmad Muzakir, dosen Universitas PTIQ Jakarta yang juga imam Masjid Istiqlal. Sementara khatib adalah Prof Muhammad Abzar Duraesa, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN Aji Muhammad Idris Samarinda.

Sekitar 3 ribuan jemaah hadir di Salat Id tadi. Meski demikian kapasitas Masjid IKN di ruang ibadah utama sekitar 6.000 orang. 

Dalam khutbahnya, Prof Abzar menyinggung pembangunan IKN sebagai bagian dari peradaban masa depan Indonesia. Menurutnya, konsep pembangunan IKN mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan teknologi.

Tempat wudhu di Masjid Negara Nusantara yang modern. (Istimewa)
Tempat wudhu di Masjid Negara Nusantara yang modern. (Istimewa)

“Konsep IKN menggambarkan keharmonisan dengan alam sebagai forest city, pemerataan pembangunan, serta penerapan teknologi sebagai smart city,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan makna Idulfitri sebagai momentum kemenangan umat Islam setelah sebulan berpuasa.

“Kita bukan berperang dengan orang lain, tetapi berperang dengan diri sendiri, dengan hawa nafsu,” katanya.

Rizal menuturkan suasana salat Id di Masjid Negara Nusantara terasa sangat meriah. Ribuan jemaah datang dari berbagai daerah, termasuk pekerja IKN serta warga Penajam Paser Utara, Paser, Balikpapan, hingga Samarinda.

Masjid yang dirancang seniman Bali I Nyoman Nuarta itu memiliki kapasitas sekitar 29 ribu jemaah. Bahkan nantinya dapat dikembangkan hingga menampung sekitar 60 ribu hingga 65 ribu jemaah.

Menurut Rizal, fasilitas masjid juga sangat modern dan nyaman. Area wudu, toilet, serta kawasan penunjang seperti ruang serbaguna dan area UMKM membuat kompleks masjid terasa lengkap.

Usai salat Id, Rizal juga sempat bertemu Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono yang hadir bersama masyarakat.

“Alhamdulillah akhirnya Masjid Nusantara untuk pertama kalinya kita gunakan untuk salat Idulfitri,” kata Basuki yang ditirukan Rizal.

Masjid Negara Nusantara saat subuh jelang Salat Idul Fitri 1447 H.
Masjid Negara Nusantara saat subuh jelang Salat Idul Fitri 1447 H.

Basuki mengaku bersyukur pelaksanaan salat Id di Masjid Negara Nusantara berjalan lancar dan diikuti ribuan jemaah.

Ia juga optimistis IKN dapat berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia sesuai target pemerintah.

“Insyaallah IKN siap berfungsi sebagai Ibu Kota Politik pada 2028 sesuai target yang diberikan Presiden,” ujarnya.

Bagi Rizal, pengalaman salat Id pertama di IKN menjadi momen yang tidak terlupakan. Ia berharap masjid tersebut ke depan benar-benar menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus simbol peradaban baru Indonesia.

Editor : Thomas Priyandoko
#rizal effendi #IKN #salat Idul Fitri 1447 H #Masjid Negara IKN #balikpapan