Potongan tubuh tersebut pertama kali ditemukan oleh dua anak yang tidak sengaja melintas di sekitar lokasi kejadian. Dalam kondisi panik, keduanya segera melaporkan temuan itu kepada warga sekitar hingga diteruskan kepada Ketua RT 13, Aang Nawasari.
“Awalnya ada warga datang ke rumah saya melaporkan temuan itu. Kemudian dua anak juga menyampaikan hal yang sama, bahwa ada potongan tubuh manusia, mulai dari tangan hingga badan. Saya kemudian langsung menuju lokasi,” ujar Aang.
Ia mengungkapkan, sebelum tim evakuasi tiba, dirinya sempat melihat beberapa bagian tubuh, di antaranya potongan jari, lengan, dan paha. Aang memastikan, kejadian tersebut merupakan yang pertama kali terjadi di lingkungan tersebut.
“Memang belum pernah ada kejadian seperti ini, dan sebelumnya juga tidak ada keributan. Ini yang pertama,” katanya.
Menurutnya, lokasi penemuan tergolong sepi karena berada di kawasan kampung buntu, dengan akses keluar-masuk warga hanya melalui satu jalur tanpa jalan tembus ke wilayah lain.
“Di dalam hanya ada satu kampung, jadi akses warga cuma satu ini saja,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian telah berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Garis polisi juga telah dipasang guna mengamankan area penemuan.
Kronologi Penemuan Potongan Tubuh di Sempaja Utara, Samarinda
Sabtu, 21 Maret 2026 siang (bertepatan Idulfitri 1447 H)
Warga Jalan Gunung Pelandu, RT 13, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, dikejutkan dengan temuan mencurigakan di kawasan kampung buntu yang relatif sepi.
Penemuan awal oleh anak-anak
Dua anak yang melintas di sekitar lokasi pertama kali menemukan potongan tubuh manusia. Mereka melihat bagian tubuh seperti tangan hingga badan, lalu panik.
Laporan ke warga dan Ketua RT
Kedua anak tersebut segera melapor kepada warga sekitar. Informasi kemudian diteruskan kepada Ketua RT 13, Aang Nawasari.
Ketua RT menuju lokasi
Aang Nawasari langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan. Ia sempat melihat beberapa potongan tubuh seperti jari, lengan, dan paha.
Konfirmasi ke warga
Ketua RT memastikan kejadian tersebut merupakan yang pertama kali terjadi di lingkungan tersebut dan tidak ada laporan keributan sebelumnya.
Kondisi lokasi
TKP berada di area kampung buntu dengan akses keluar-masuk hanya satu jalur, sehingga relatif sepi dan tertutup.
Penanganan oleh kepolisian
Aparat kepolisian tiba di lokasi, memasang garis polisi (police line), dan mulai melakukan penyelidikan serta proses evakuasi.
Editor : Uways Alqadrie