Informasi yang beredar dari media lokal menyebut, jumlah personel yang akan dipanggil bisa mencapai ratusan ribu orang.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa operasi darat berpotensi diperluas, khususnya di wilayah Lebanon selatan yang selama ini menjadi titik rawan konflik.
Di sisi lain, situasi kawasan makin tidak terkendali setelah pecahnya konfrontasi terbuka antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Serangan balasan berupa drone dan rudal terus terjadi, tak hanya menyasar Israel, tetapi juga sejumlah negara di sekitarnya.
Dampaknya mulai terasa secara global. Gangguan pada jalur energi, penerbangan, hingga stabilitas pasar internasional menjadi ancaman nyata dari konflik yang belum menunjukkan tanda mereda ini.
Editor : Uways Alqadrie