Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Trump Buka Suara! AS Ajukan 15 Poin ke Iran tapi Serangan Rudal Masih Berlanjut

Uways Alqadrie • Rabu, 25 Maret 2026 | 19:21 WIB

Presiden AS, Donald Trump.
Presiden AS, Donald Trump.

KALTIMPOST.ID, WASHINGTON – Upaya menyelesaikan konflik di Timur Tengah mulai mengerucut. Pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan telah mengirimkan proposal damai berisi 15 poin kepada Iran.

Dokumen tersebut disebut menjadi jalan keluar yang mengusulkan Amerika Serikat untuk menghentikan eskalasi perang yang karena ini mengguncang stabilitas kawasan sekaligus memicu tekanan ekonomi global. Proposal itu dikirim melalui jalur diplomatik tidak langsung, dengan Pakistan sebagai perantara.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah Teheran akan menerima perjanjian tersebut. Di sisi lain, posisi Israel juga belum sepenuhnya jelas terkait dukungannya terhadap rencana tersebut, meski terlibat dalam operasi militer bersama Washington selama beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Viral Penahanan Rumah Yaqut, MAKI Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas, Ini Alasannya

Trump sendiri mengklaim proses negosiasi sebenarnya sudah berjalan. Ia menyebut pihak Iran mulai membuka komunikasi dan menunjukkan sinyal kesediaan berdialog. Dalam proses ini, sejumlah pejabat tinggi AS ikut terlibat, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Namun pernyataan itu langsung ditepis Iran. Secara terbuka, Teheran menegaskan tidak ada perundingan resmi yang sedang berlangsung. Meski begitu, sejumlah sumber diplomat menyebut komunikasi tidak langsung tetap terjadi melalui pihak ketiga.

Di lapangan, konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Iran masih melancarkan serangan rudal ke berbagai titik, termasuk wilayah Israel dan Irak. Serangan di Tel Aviv melaporkan kerusakan sejumlah bangunan dan menyebabkan korban luka.

Ketegangan juga meluas ke kawasan Teluk. Serangan terbaru bahkan berdampak pada personel militer sekutu AS, termasuk di Bahrain. Sementara itu, di wilayah Kurdi Irak, rentetan rudal melaporkan sejumlah pejuang dan melukai puluhan lainnya.

Situasi ini turut memicu kekhawatiran global, terutama di sektor energi. Penutupan Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia—mendorong harga minyak melonjak tajam hingga menembus 100 dolar AS per barel.

Baca Juga: Israel Siapkan Mobilisasi Besar 400 Ribu Tentara, Sinyal Invasi Lebanon Kian Nyata

Dampaknya mulai terasa di berbagai negara. Filipina menetapkan status darurat energi, sementara Korea Selatan mengimbau warganya untuk menghemat penggunaan listrik.

Hingga kini, korban jiwa terus bertambah. Ribuan warga sipil dilaporkan tewas di Iran dan Lebanon, sementara korban juga jatuh di pihak Israel dan militer Amerika.

Dengan situasi yang masih memanas, proposal damai 15 poin dari Washington kini menjadi salah satu harapan terakhir untuk menyelesaikan konflik yang kian meluas.

Editor : Uways Alqadrie
#benjamin netanyahu #Motjaba Khamenei #Israel #iran #donald trump #perang Iran Amerika Serikat