Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sektor Perdagangan Serap Tenaga Kerja Terbesar di Kaltim, Disusul Pertanian dan Akomodasi

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 26 Maret 2026 | 15:26 WIB

TERBESAR: Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja Kaltim hingga 18,38 persen.
TERBESAR: Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja Kaltim hingga 18,38 persen.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Struktur ketenagakerjaan di Kalimantan Timur masih ditopang sektor perdagangan. Namun, dinamika penyerapan tenaga kerja menunjukkan adanya pergeseran antar sektor hingga November 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Tiga sektor dengan kontribusi terbesar terhadap penyerapan tenaga kerja adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yaitu 18,38 persen.

“Komposisi penduduk bekerja menurut lapangan usaha utama dapat menggambarkan penyerapan masing-masing sektor dari seluruh penduduk yang bekerja di pasar kerja Kaltim,” jelasnya.

Baca Juga: Penduduk Usia Kerja Kaltim Naik, Partisipasi Ekonomi Justru Menurun

Selain perdagangan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 15,45 persen. Disusul sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yakni 10,20 persen.

Dari sisi perubahan, sektor akomodasi dan makan minum mencatat peningkatan penyerapan tenaga kerja tertinggi dibanding Agustus 2025, yakni 1,87 persen poin. Sebaliknya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami penurunan terdalam 2,47 persen poin.

Sementara itu, jika dilihat dari status pekerjaan utama, mayoritas penduduk bekerja di Kaltim berstatus buruh atau karyawan. Proporsinya mencapai 54,06 persen. Adapun pekerja bebas di sektor pertanian menjadi yang paling kecil dengan porsi 1,18 persen.

Baca Juga: Harga Batu Bara Naik, RI Malah Batasi Produksi? Ini Ancaman Besar dari Australia dan Afrika

Perubahan juga terjadi pada beberapa status pekerjaan. Kenaikan tercatat pada buruh/karyawan/pegawai sebesar 1,22 persen poin, pekerja bebas nonpertanian 0,97 persen poin, serta usaha yang dibantu pekerja tidak tetap atau keluarga sebesar 0,53 persen poin.

Di sisi lain, beberapa kategori mengalami penurunan, di antaranya pekerja keluarga atau tidak dibayar 1,22 persen poin dan berusaha sendiri sebesar 1,14 persen poin. BPS juga membagi status pekerjaan menjadi sektor formal dan informal.

Pada November 2025, pekerja formal mencapai 1.142.203 orang atau 57,94 persen. Sedangkan pekerja informal sebanyak 829.171 orang atau 42,06 persen. "Penduduk yang bekerja di sektor formal mengalami peningkatan 1,16 persen poin dibanding Agustus 2025," pungkas Mas’ud. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#BPS KALTIM #Ekonomi Kaltim #Tenaga Kerja Kaltim #sektor perdagangan #kaltim