Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dua Pesawat Tempur AS Ditembak Jatuh Iran, Satu Pilot Masih Hilang dan Diburu Pasukan Teheran

Thomas Priyandoko • Sabtu, 4 April 2026 | 08:57 WIB



Pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat. Dua kursi F-15E Strike Eagle ditemukan setelah ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran.
Pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat. Dua kursi F-15E Strike Eagle ditemukan setelah ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran.

 KALTIMPOST.ID-Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah dua pesawat tempur AS dilaporkan jatuh dalam insiden terpisah pada 3 April 2026. Salah satu pilot masih hilang dan diduga sedang diburu pasukan Iran.

Menurut pejabat Amerika Serikat dan Iran, sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran.

Baca Juga: Ada Perpres Baru, Tapi Gaji PNS 2026 Belum Naik dan Masih Pakai Aturan Lama? Cek Faktanya

Pesawat tempur dua kursi itu membawa dua awak. Salah satu personel berhasil diselamatkan, sementara satu pilot lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Media pemerintah Iran menyebut pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps sedang menyisir wilayah di barat daya Iran untuk menemukan pilot yang hilang.

Otoritas setempat bahkan menjanjikan penghargaan bagi siapa pun yang berhasil menangkap atau membunuh “pasukan musuh”.

Insiden kedua melibatkan pesawat serang A-10 Thunderbolt II milik AS yang juga terkena tembakan pertahanan udara Iran sebelum akhirnya jatuh di wilayah perairan dekat Selat Hormuz. Pilot pesawat tersebut berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat.

Baca Juga: Dari Tabu Jadi Budaya, PAMA Safe School Dorong Transformasi K3LH di Kutim

Peristiwa ini menunjukkan bahwa operasi udara Amerika Serikat dan sekutunya masih menghadapi risiko besar di wilayah Iran, meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa pasukan mereka telah menguasai wilayah udara.

Laporan media juga menyebut helikopter militer AS yang dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan sempat mendapat tembakan dari pihak Iran. Meski begitu, seluruh personel dalam helikopter tersebut dilaporkan selamat.

Situasi semakin memanas karena kemungkinan adanya pilot AS yang masih hidup di wilayah Iran. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan tekanan politik dan militer bagi Washington di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda akan segera berakhir.

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sendiri telah berlangsung beberapa minggu terakhir dan menelan ribuan korban jiwa.

Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel sebelumnya juga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sementara itu, Iran terus melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel serta menargetkan negara-negara Teluk yang dianggap sekutu Washington.

Ketegangan yang meningkat juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan dampaknya terhadap ekonomi global, terutama pasar energi dunia.(*)

 

Editor : Thomas Priyandoko
#pesawat tempur AS ditembat jatuh #Teheran #perang Iran AS Israel