Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

BPBD Kaltim Petakan 3 Kabupaten Rawan Karhutla: Kukar, Kutim, dan Berau Masuk Zona Merah

Eko Pralistio • Sabtu, 4 April 2026 | 19:15 WIB
DETEKSI DINI: Berdasarkan pantauan satelit dan data BMKG, risiko karhutla di Kalimantan Timur mulai meningkat. BPBD Kaltim kini memperkuat koordinasi lintas OPD guna mengantisipasi munculnya titik panas di kawasan hutan dan lahan gambut. (DOK/KP)
DETEKSI DINI: Berdasarkan pantauan satelit dan data BMKG, risiko karhutla di Kalimantan Timur mulai meningkat. BPBD Kaltim kini memperkuat koordinasi lintas OPD guna mengantisipasi munculnya titik panas di kawasan hutan dan lahan gambut. (DOK/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) sudah memetakan tiga wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemetaan itu sejalan dengan cuaca panas yang terjadi di sejumlah wilayah di Kaltim dalam beberapa hari terakhir.

Tiga wilayah itu antara lain; Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau. Pemetaan potensi karhutla itu disampaikan Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto, saat diwawancara via telepon, Sabtu (4/4/2026).

Cahyo memastikan bahwa pemetaan itu disusun dengan berbagai sumber data. Mulai dari perkiraan cuaca hingga pemantauan titik-titik wilayah cuaca oanas oleh lembaga terkait.

Namun, Cahyo juga menyebut bahwa prediksi karhutla tahun ini merujuk pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk kondisi cuaca.

Sementara informasi titik panas diperoleh dari Kementerian Kehutanan serta lembaga riset yang melakukan pemantauan berbasis satelit. "Untuk prediksi cuaca kita mengacu BMKG. Nah titik panas kita melihat data daei Kemenhut dan badan riset," ucapnya.

Cuaca panas yang terjadi belakangan ini, disebutnya menjadi salah satu indikator meningkatnya risiko kebakaran.  BPBD kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan pola kejadian pada tahun-tahun sebelumnya untuk menentukan wilayah prioritas pengawasan.

Hasilnya, sejumlah kawasan di Kutai Kartanegara—terutama yang berbatasan ke arah timur menuju Kutai Timur—masuk kategori rawan. Selain itu, wilayah Kaubun, Kutai Timur serta beberapa area di Berau juga menjadi perhatian khusus karena memiliki riwayat kebakaran berulang

"Kenapa di sana? Karena data dari laporan sebelumnya kejadian karhutla sering muncul di tiga wilayah tersebut," ungkapnya. Saat ini, BPBD Kaltim masih menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang Status Siaga Hidrometeorologi Kering. 

Surat itu nantinya menjadi dasar koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait dalam penanganan karhutla

Sementara di lapangan, Cahyo mengklaim telah memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Salah satunya melalui distribusi peralatan pemadaman awal, seperti pompa air, ke sejumlah wilayah rawan sebagai upaya mitigasi jangka panjang.

Cahyo menilai ancaman karhutla di Kaltim bersifat dinamis. Data tiga tahun terakhir menunjukkan fluktuasi kejadian yang dipengaruhi kondisi cuaca dan luas area terdampak.

Ditanya soal jumlah kejadian dalam tiga tahun terakhir, Cahyo tak menjawab angka. Namun dirinya menegaskan secara umum, bahwa, jumlah kejadian pada 2023 relatif lebih rendah, kemudian meningkat pada 2024. 

Sementara pada 2025 kebakaran masih terjadi, namun dengan cakupan luasan yang berbeda dibanding tahun sebelumnya. "Memang trennya naik turun. Hingga 2025 masih ada, hanya saja luasannya berbeda," kuncinya. (riz)

 

 

Editor : Muhammad Rizki
#kaltim #karhutla