KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026 mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan.
Tak hanya tekanan politik dan biaya operasi yang membengkak, militer AS kini juga harus menanggung kerugian signifikan pada armada udara mereka.
Memasuki pekan keenam konflik, sejumlah pesawat militer AS dilaporkan jatuh dalam berbagai insiden. Mulai dari salah tembak, kecelakaan, hingga serangan langsung dari sistem pertahanan Iran, semuanya menambah daftar kerugian dalam operasi militer tersebut.
Baca Juga: 10 Jurusan ITS Paling Ketat di SNBP 2026, Teknik Pertambangan Jadi yang Tersulit Ditembus
Jet tempur F-15E Strike Eagle menjadi salah satu yang paling banyak terdampak. Total empat unit pesawat ini dilaporkan hilang. Tiga di antaranya jatuh di Kuwait pada 2 Maret 2026 akibat insiden salah tembak oleh sistem pertahanan sekutu.
Meski awak berhasil selamat, kehilangan tiga jet sekaligus menjadi pukulan serius. Satu unit lainnya ditembak jatuh oleh Iran pada 3 April 2026 di wilayah udaranya sendiri. Dari dua awak, satu berhasil dievakuasi, sementara satu lainnya sempat hilang dan memicu operasi pencarian besar.
Tak hanya itu, pesawat serang darat A-10 Thunderbolt II juga menjadi korban. Pada tanggal yang sama, pesawat ini terkena tembakan saat menjalankan misi dan jatuh setelah keluar ke wilayah Kuwait. Pilot berhasil menyelamatkan diri, namun pesawat tidak bisa diselamatkan.
Kerugian juga terjadi pada pesawat tanker KC-135 Stratotanker. Insiden yang terjadi pada 12 Maret 2026 di wilayah Irak melibatkan dua pesawat.
Satu di antaranya jatuh dan menewaskan enam awak di dalamnya, sementara pesawat lainnya berhasil mendarat darurat. Dugaan sementara menyebutkan insiden ini terjadi akibat tabrakan di udara, bukan karena serangan musuh.
Di sisi lain, pesawat peringatan dini E-3 Sentry AWACS juga mengalami kerusakan berat. Pesawat bernilai tinggi ini dilaporkan terkena serangan saat berada di pangkalan militer di Arab Saudi pada 29 Maret 2026.
Baca Juga: Borneo FC Hajar Madura United 3-1 di Pamekasan, Koldo Obieta Cetak Brace
Kerusakan ini dinilai berdampak besar karena peran vital pesawat tersebut dalam mengatur dan memantau operasi udara.
Situasi semakin kompleks ketika dua helikopter Black Hawk milik AS ikut terkena tembakan saat menjalankan misi penyelamatan awak F-15E. Meski tidak jatuh dan berhasil keluar dari wilayah Iran, insiden ini menunjukkan bahwa misi evakuasi pun kini berada dalam risiko tinggi.
Rangkaian kejadian ini menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah kian memanas. Ancaman tidak hanya datang saat pertempuran utama, tetapi juga mengintai dalam setiap operasi pendukung, termasuk penyelamatan dan logistik militer.
Berikut daftar lengkap alutsista udara Amerika Serikat yang terdampak dalam perang melawan Iran (Februari–April 2026):
Baca Juga: Heboh Kabar Trump Dirawat di RS Jelang Paskah, Ini Klarifikasi Resmi Gedung Putih
1. F-15E Strike Eagle (Jet Tempur)
Total terdampak: 4 unit
Rincian:
3 unit jatuh di Kuwait (2 Maret 2026) akibat friendly fire
1 unit ditembak jatuh Iran (3 April 2026)
Kondisi awak:
Mayoritas selamat, 1 sempat hilang dalam operasi pencarian
Estimasi kerugian: ± US$360 juta
2. A-10 Thunderbolt II (Pesawat Serang Darat)
Total terdampak: 1 unit
Rincian:
Ditembak Iran (3 April 2026), jatuh setelah keluar ke wilayah Kuwait
Kondisi pilot: Selamat (eject)
Status pesawat: Hancur/tidak bisa diselamatkan
3. KC-135 Stratotanker (Pesawat Tanker)
Total terdampak: 1 unit jatuh, 1 unit selamat (insiden terkait)
Rincian:
Insiden di Irak (12 Maret 2026) diduga tabrakan di udara
Korban: 6 awak tewas (di pesawat yang jatuh)
Catatan: Bukan akibat serangan musuh
4. E-3 Sentry AWACS (Pesawat Radar & Komando)
Total terdampak: 1 unit
Rincian:
Terkena serangan Iran di pangkalan Arab Saudi (29 Maret 2026)
Status: Rusak berat
Dampak: Mengganggu sistem pemantauan & komando udara
Baca Juga: Rismon Sianipar Bantah Seret Jusuf Kalla di Kasus Ijazah Jokowi, Video Disebut Rekayasa AI Hoaks
5. UH-60 Black Hawk (Helikopter Militer)
Total terdampak: 2 unit
Rincian:
Terkena tembakan saat misi penyelamatan (3 April 2026)
Status: Tidak jatuh, berhasil keluar dari wilayah Iran
Catatan: Menunjukkan tingginya risiko misi evakuasi
Rekapitulasi Total
Pesawat jatuh/hancur: 6 unit
(4 F-15E, 1 A-10, 1 KC-135)
Pesawat rusak berat: 1 unit (E-3 Sentry)
Helikopter terdampak: 2 unit (tidak jatuh)
Total korban jiwa: 6 orang (KC-135)
Editor : Uways Alqadrie