Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Iran Siap-Siap Batalkan Gencatan Senjata dengan AS, Sebut Langgar Kesepakatan

Hernawati • Kamis, 9 April 2026 | 14:41 WIB
Seorang pria mengibarkan bendera Iran di persimpangan Valiasr Square di Teheran.
Seorang pria mengibarkan bendera Iran di persimpangan Valiasr Square di Teheran.

 

KALTIMPOST.ID, Iran akhirnya sepakat menerapkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Amerika Serikat (AS) pada Selasa (7/4).

Dalam gencatan senjata ini, Iran mengajukan 10 syarat terhadap AS. Salah satunya yakni penghentian total perang di Irak, Yaman, termasuk Lebanon.

Pakistan yang menjadi mediator dalam kesepakatan tersebut juga telah mengumumkannya di X.

“Dengan kerendahan hati, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama sekutu mereka, telah sepakat untuk segera melakukan gencatan senjata di mana-mana termasuk Lebanon dan wilayah lain, BERLAKU SEGERA,” tulis Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Namun, sehari setelah kesepakatan terjadi, Israel malah melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon pada Rabu (8/4), yang menewaskan dan melukai lebih dari 1.400 orang di wilayah padat penduduk.

Hal ini pun memicu pihak Iran untuk mempertimbangkan kembali gencatan senjata sebagai respons atas serangan ke Lebanon.

Iran Ancam Balas Serangan Israel

Merespons pengkhianatan ini, media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran turut melaporkan bahwa Teheran akan menghukum Israel atas kejahatan yang dilakukannya di Lebanon.

Sementara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) turut memperingatkan bahwa pertempuran akan kembali pecah jika serangan Israel tidak dihentikan.

“Jika agresi terhadap Lebanon tercinta tidak segera dihentikan, kami akan menjalankan tugas kami dan memberikan respons yang membuat penyesalan kepada para agresor jahat di kawasan,” demikian pernyataan IRGC.

Editor : Hernawati
#Iran Amerika Serikat Israel #gencatan senjata #lebanon #amerika serikat (AS)