KALTIMPOST.ID-Borneo FC dihadapkan pada situasi tak ideal jelang menjamu PSBS Biak pada pekan ke-27 di Stadion Segiri, Sabtu (11/4/2026). Perjalanan panjang dan jadwal yang mepet membuat duel ini terasa seperti laga tandang bagi Pesut Etam.
Tim kebanggaan Samarinda itu baru tiba di Kota Tepian pada Kamis (9/4/2026). Artinya, hanya ada waktu dua hari untuk recovery sebelum pertandingan. Kondisi serupa juga dialami PSBS Biak yang mengalami kendala penerbangan menuju Samarinda.
Situasi ini memaksa tim pelatih memutar otak dalam menjaga kebugaran pemain. Salah satunya dengan menggelar official training (OT) pada pagi hari, Jumat (10/4/2026). Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Misi Sukses di Madura, Kiper Borneo FC; Masih Ada Delapan Final Lagi
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyebut sesi pagi memberi ruang istirahat lebih panjang bagi pemain sebelum laga sore hari. “Saya lebih suka OT pagi, karena pemain punya waktu recovery lebih lama sebelum pertandingan,” ujarnya.
Meski dihantam keterbatasan waktu, Lefundes menolak menjadikan hal tersebut sebagai alasan. Ia memastikan tim tetap menjalani persiapan maksimal saat berada di Surabaya.
"Saya tidak menerima alasan. Pemain harus siap tampil maksimal dalam kondisi apa pun, termasuk setelah perjalanan panjang,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Baca Juga: Borneo FC Amankan Poin Penuh, Lefundes Soroti Kebugaran Pemain
Kepercayaan diri itu bukan tanpa dasar. Lefundes menilai kondisi fisik anak asuhnya tetap terjaga dan siap bertarung. “Kami tidak percaya akan ada masalah dengan kondisi fisik,” tambahnya.
Laga ini punya arti penting bagi kedua tim. Borneo FC membutuhkan tiga poin untuk menjaga kans bersaing di papan atas klasemen. Sementara PSBS Biak yang masih berkutat di zona bawah, datang dengan motivasi berlipat demi keluar dari tekanan.
Lefundes pun memberi peringatan. Menurutnya, tim papan bawah justru kerap menjadi lawan paling berbahaya.
“Melawan tim di bawah sama sulitnya dengan menghadapi tim papan atas. Mereka punya motivasi besar untuk bertahan,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki