Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Soal Isu Amplop Ormas, Plt Kesbangpol Kaltim Minta Maaf: Itu Masih Konsep Usulan yang Belum Disetujui

Eko Pralistio • Senin, 13 April 2026 | 16:59 WIB
KLARIFIKASI SURAT: Plt Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, memberikan keterangan kepada awak media terkait polemik surat usulan uang transportasi bagi ormas di Gedung Olah Bebaya, Samarinda, Senin (13/4). (EKO PRALISTIO/KP)
KLARIFIKASI SURAT: Plt Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, memberikan keterangan kepada awak media terkait polemik surat usulan uang transportasi bagi ormas di Gedung Olah Bebaya, Samarinda, Senin (13/4). (EKO PRALISTIO/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Rencana pemberian uang transportasi kepada ratusan organisasi masyarakat (ormas) di Kaltim berakhir antiklimaks, setelah surat edaran permohonan bantuan fasilitas itu beredar luas dan memunculkan beragam spekulasi. Surat tertanggal 11 April 2026 yang dikeluarkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim itu ditujukan kepada Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, beserta rincian honor transportasi bagi ormas dan narasumber yang dihadirkan.

Plt Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, menanggapi isu pembagian amplop kepada peserta kegiatan silaturahmi dan coffee morning di Gedung Olah Bebaya, kompleks Kegubernuran Kaltim, Senin (13/4/2026). Pihaknya mengakui ada kekeliruan dari surat itu, yang mana berawal dari konsep usulan yang belum disetujui oleh pimpinan Pemprov Kaltim.

"Informasi yang beredar itu masih sebatas konsep usulan dari saya. Saya mohon maaf karena ini kesalahan saya," ujarnya. Dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, disebutkan rencana pemberian uang transportasi sebesar Rp 105 ribu per orang. 

Baca Juga: DPRD Kaltim Dinilai Hanya Jadi 'Stempel' APBD, Pengamat Unmul: Relasi Eksekutif-Legislatif Kian Pincang

Dengan jumlah undangan sekitar 400 orang, anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp 42 juta. Namun, Sembiring menegaskan, rencana tersebut tidak pernah direalisasikan. Bahkan pihaknya mengaku terlalu terburu-buru mengusulkan tanpa memahami mekanisme secara mendalam.

"Saya orang baru, belum genap sebulan menjabat (sebagai Plt). Niatnya agar tidak memberatkan teman-teman yang datang dari jauh. Tapi karena belum disetujui, akhirnya menimbulkan kesalahpahaman," jelasnya. Pada kesempatan itu, Sembiring menyampaikan permintaan maaf kepada pimpinan daerah, mulai dari gubernur, wakil gubernur, hingga sekretaris provinsi, atas kegaduhan yang terjadi. 

Sembiring memastikan, hingga kegiatan berlangsung, tidak ada uang transportasi yang dibagikan kepada peserta. "Saat ini kami belum dapat memberikan bantuan transport sebagaimana yang sempat beredar informasinya. Sekali lagi saya mohon maaf atas hal tersebut," timpal Sembiring. "Mudah-mudahan ke depan, apabila anggaran memungkinkan dan tidak lagi terpotong-potong, kami dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk memfasilitasi kegiatan silaturahmi seperti ini," sambungnya mengakhiri. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Kesbangpol Kaltim #kaltim #ormas