Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kaltim Garap Proyek PSEL: Sampah Samarinda dan Balikpapan Bakal Disulap Jadi Energi Listrik

Eko Pralistio • Jumat, 17 April 2026 | 08:02 WIB

 

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Joko Istanto. (EKO/KP)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Joko Istanto. (EKO/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA--Pemprov Kaltim menyiapkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang akan diterapkan di dua wilayah, yakni Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Joko Istanto mengatakan, kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sudah diteken. Kesepakatan ini jadi langkah awal untuk mempercepat pembangunan fasilitas PSEL di Benua Etam.

"Kerja sama sudah ditandatangani untuk dua lokasi, Samarinda Raya dan Balikpapan Raya," kata Joko, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: TPA Manggar Bakal Bebas Tumpukan Sampah, Balikpapan Mulai Tahapan Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik (PSEL)

Untuk Balikpapan Raya, cakupan pengolahan sampah meliputi kawasan pesisir seperti Muara Jawa, Samboja Barat, hingga Samboja yang berbatasan dengan IKN. Nantinya, seluruh proses pengolahan dipusatkan di TPA Manggar.

Sementara itu, untuk Samarinda Raya, sistem akan mengintegrasikan sampah dari sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara, seperti Marangkayu, Muara Badak, dan Anggana. Lokasi pengolahan direncanakan berada di TPA Sambutan, Samarinda.

Joko menjelaskan, DLH Provinsi berperan sebagai koordinator dalam proyek ini, khususnya untuk memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Ironi Anggaran Pemprov Kaltim: Renovasi Rujab Gubernur dan Wakil Gubernur Capai Rp 25 Miliar, Jatah Bedah Rumah Warga Miskin Terpangkas Drastis

"Tugas kami sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan pengolahan sampah menjadi energi listrik," ujarnya.

Setelah kerja sama ini, proses selanjutnya akan ditangani pemerintah pusat. Proyek ini akan diteruskan ke kementerian untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Danantara, termasuk dalam hal pendanaan dan penentuan operator.

Operator nantinya akan dipilih melalui mekanisme lelang, yang dilakukan oleh Danantara, dan akan mengatur skema pembiayaan sekaligus menentukan pihak yang akan mengelola fasilitas PSEL di dua wilayah tersebut.

Salah satu syarat penting dalam proyek ini adalah ketersediaan pasokan sampah. Diperkirakan, lanjut Joko, masing-masing wilayah harus memenuhi sekitar 600 ton sampah per hari agar pembangkit listrik bisa beroperasi secara optimal.

Joko berharap proses administrasi dan lelang bisa segera berjalan lancar, sehingga proyek ini tidak berlarut-larut. "Mudah-mudahan segera dilelang dan ada yang mengambil," katanya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Proyek PSEL TPA Manggar #kaltim #TPA Sambutan Samarinda