KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Wacana perombakan Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat. Pada awal pekan ini, isu reshuffle semakin ramai dibicarakan seiring beredarnya sejumlah nama yang disebut-sebut bakal mengisi posisi strategis.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah mantan KSAD, Dudung Abdurachman. Ia dikabarkan berpeluang mengisi posisi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), menggantikan Muhammad Qodari.
Sementara itu, Qodari disebut-sebut akan bergeser ke jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), mengambil alih posisi yang saat ini ditempati Angga Raka Prabowo.
Baca Juga: Iran Ajukan Gencatan Senjata Baru ke AS via Pakistan, Fokus Buka Selat Hormuz dan Hentikan Blokade
Nama lain yang ikut beredar adalah Abdul Kadir Karding. Mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia tersebut diisukan akan memimpin Badan Karantina Nasional, menggantikan Sahat Manaor Panggabean.
Di sektor komunikasi, Hasan Nasbi disebut akan mendapat peran baru sebagai Utusan Khusus Presiden bidang komunikasi. Posisi ini dinilai strategis dalam memperkuat penyampaian kebijakan pemerintah ke publik.
Selain itu, nama Jumhur Hidayat juga masuk dalam bursa. Ia dikabarkan berpotensi menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), menggantikan Mukhtaruddin.
Meski daftar nama terus berkembang, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana terkait kebenaran isu reshuffle tersebut. Namun, dinamika politik yang bergerak cepat membuat spekulasi pergantian menteri kian menguat.
Baca Juga: Telinga Pelajar Putus Digigit di PPU, Korban Tuntut Ganti Rugi Rp50 Juta
Daftar Nama yang Diisukan Masuk Reshuffle:
Dudung Abdurachman – Calon Kepala KSP
Muhammad Qodari – Diisukan pindah ke Kepala Bakom
Angga Raka Prabowo – Posisi Kepala Bakom berpotensi diganti
Abdul Kadir Karding – Calon Kepala Badan Karantina Nasional
Sahat Manaor Panggabean – Berpotensi digeser
Hasan Nasbi – Calon Utusan Khusus Presiden
Jumhur Hidayat – Calon Menteri P2MI
Mukhtaruddin – Menteri P2MI saat ini yang berpotensi diganti
Editor : Uways Alqadrie