KALTIMPOST.ID, BEKASI – Korban jiwa dalam kecelakaan tabrakan antara KRL Commuter Line rute Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Hingga Selasa (28/4) siang, Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya 15 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting mengungkapkan, seluruh korban meninggal saat ini masih dalam proses identifikasi oleh tim forensik. Pendataan dilakukan secara bertahap mengingat kondisi sejumlah korban yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Data sementara, 15 orang meninggal dunia hingga siang ini,” ujarnya kepada wartawan.
Selain korban tewas, puluhan penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis. Petugas gabungan juga masih melakukan proses evakuasi serta penelusuran di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin malam (27/4) dan langsung memicu kepanikan penumpang. Benturan keras antara dua rangkaian kereta menyebabkan sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian teknis maupun faktor human error.
Baca Juga: Kepala Basarnas: Penyebab Korban Tewas, Rata-rata Terjepit Lokomotif Argo Bromo Anggrek
Sementara itu, proses identifikasi korban serta penanganan para korban luka menjadi prioritas utama dalam penanganan pascakejadian.
Taksi Listrik Grand SM
Kementerian Perhubungan mulai menelusuri keterlibatan kendaraan taksi listrik Green SM dalam rangkaian kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pihak pengelola taksi tersebut akan dipanggil untuk dilakukan evaluasi.
Namun demikian, pemerintah belum mengambil langkah tegas sebelum hasil investigasi resmi rampung. Dudy menegaskan, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu laporan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kita tunggu hasil penyelidikan KNKT terlebih dahulu untuk memastikan penyebabnya,” ujarnya di lokasi kejadian, Selasa (28/4).
Baca Juga: Fakta Terbaru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: 14 Korban Tewas Seluruhnya Perempuan Dewasa
Ia telah menginstruksikan Direktur Jenderal Perkeretaapian untuk segera berkoordinasi dengan manajemen Green SM. Pertemuan dengan pihak perusahaan ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat guna membahas kronologi serta aspek keselamatan operasional.
Di sisi lain, manajemen Green SM Indonesia menyatakan kooperatif dalam proses hukum yang berjalan. Melalui pernyataan resminya, perusahaan menyebut telah menyerahkan data yang dibutuhkan kepada pihak berwenang serta siap mendukung investigasi hingga tuntas.
Perusahaan taksi listrik itu juga menegaskan komitmennya terhadap aspek keselamatan, termasuk peningkatan pengawasan dan standar operasional ke depan.
Berdasarkan informasi awal, kecelakaan bermula saat sebuah kendaraan berada di perlintasan sebidang dan bersinggungan dengan KRL relasi Bekasi–Cikarang. Insiden tersebut menyebabkan perjalanan kereta terganggu dan memicu penghentian rangkaian lain di Stasiun Bekasi Timur.
Baca Juga: Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia: Persija dan Bali United Terbanyak, Borneo FC Sumbang 2
Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas dari arah Jakarta menuju Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya hingga akhirnya bertabrakan dengan rangkaian KRL yang sedang dalam posisi berhenti.
Akibat peristiwa ini, korban jiwa dan luka dilaporkan cukup besar. Puluhan penumpang mengalami cedera dan telah dirawat di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi.
Editor : Uways Alqadrie