KALTIMPOST.ID-Sejauh ini, pihak Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) terus mengupayakan agar kawasan Samboja Lestari memberikan kontribusi. Khususnya dalam penyelamatan endemik khas Kalimantan yaitu orangutan.
Manajer Program Regional Kalimantan Timur BOSF Aldrianto Priadjati berkata, pihaknya berterima kasih kepada Kementerian Kehutanan dalam hal ini BKSDA Kaltim. Yang memercayakan yayasan BOS untuk merehabilitasi satwa titipan pemerintah.
“Kami juga berterima kasih kepada OIKN yang juga sudah mengapresiasi upaya penghijauan atau rehabilitasi lahan di Samboja Lestari sehingga ditetapkan sebagai kawasan konservasi,” ujarnya.
Dia menambahkan, posisi BOS sekarang diapit area jalan poros Balikpapan-Samarinda, Balikpapan-Handil dan juga berbatasan dengan Tol Balsam. Itu membuat posisi BOS sangat strategis.
Di sisi lain, pihaknya mendengar kabar adanya wacana pembangunan lumbung pangan di kawasan Samboja Lestari. Padahal, pihaknya berharap area yang masih berupa hutan itu tidak ditebang.
Menurutnya, sangat disayangkan bila hutan ditebang untuk dijadikan kawasan lain. Karena untuk memperoleh hutan yang lebat, butuh waktu dan usaha yang lumayan.
“Kalau boleh ini ditetapkan sebagai hutan saja bukan kawasan pangan. Karena ada rencana pemerintah untuk memanfaatkan atau mengoptimalkan pembangunan, harapan kami komunikasi bisa tetap berjalan,” tambahnya.
Tentu saja, kata dia, upaya-upaya hutan di tempat lain atau alih fungsi lahan terutama di kawasan Kaltim juga bisa disinergikan. Dengan mengoptimalkan amdal dan koordinasi bersama pihak lain.
“Sehingga keberadaan orang utan tidak semakin terjepit dan ada solusi yang berkelanjutan,” tuntasnya. (rd)
Editor : Romdani.