KALTIMPOST.ID, WASHINGTON - Investigasi terbaru media Amerika mengungkap dampak besar serangan Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Sedikitnya 228 aset militer dilaporkan rusak atau hancur sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026.
Laporan yang mengutip analisis citra satelit itu menyebut kerusakan terjadi di 15 titik pangkalan militer AS yang tersebar di Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Pendaki Tewas di Gunung Dukono Ditemukan Dekat Kawah, Dua Korban Masih Hilang
Fasilitas yang terdampak mencakup hanggar pesawat, barak prajurit, gudang logistik, radar pertahanan udara hingga pusat komunikasi satelit.
Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain dan sejumlah instalasi militer di Kuwait.
Selain bangunan, sistem pertahanan rudal Patriot serta perangkat radar THAAD juga disebut ikut terkena serangan. Dalam laporan tersebut, sedikitnya tujuh personel militer AS dilaporkan tewas sejak perang berlangsung.
Disebutkan, lebih dari 400 tentara AS mengalami cedera hingga akhir April 2026. Sebagian besar prajurit dikabarkan kembali bertugas setelah mendapat penanganan medis, namun sedikitnya 12 orang mengalami luka serius.
Baca Juga: Mutasi Terbaru TNI AD, AL, AU: Ini Nama-Nama Perwira Tinggi yang Naik Jabatan
Situasi keamanan yang terus memburuk membuat militer AS mengurangi jumlah pasukan di sejumlah pangkalan rawan serangan.
Langkah evakuasi personel dari beberapa fasilitas militer dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban lebih besar. Namun, keputusan itu disebut berdampak terhadap efektivitas operasi militer Amerika di kawasan Teluk dan sekitarnya.
Di sisi lain, investigasi media AS terhadap kerusakan pangkalan militer juga terkendala pembatasan citra satelit komersial.
Sejumlah perusahaan penyedia citra satelit disebut menghentikan distribusi gambar wilayah konflik setelah adanya permintaan pemerintah AS demi alasan keamanan militer.
Baca Juga: 321 WNA Diamankan dari Gedung Hayam Wuruk, 275 Resmi Jadi Tersangka Judi Online
Meski begitu, media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran masih terus merilis foto-foto beresolusi tinggi yang diklaim memperlihatkan kerusakan fasilitas militer Amerika.
Bahkan, muncul laporan bahwa Teheran kini memiliki satelit pengintai buatan China untuk memantau aktivitas pangkalan AS di Timur Tengah.
Editor : Uways Alqadrie