Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pulau Miang Tak Lagi Jadi Surga Memancing? Bongkar Muat Batu Bara Kian Dekat, Nelayan Kutim Terancam Rugi

Jufriadi • Rabu, 13 Mei 2026 | 18:37 WIB
Perairan Pulau Miang, Sangkulirang, Kutai Timur, yang menjadi wilayah tangkap nelayan. Aktivitas kapal batu bara di sekitar perairan disebut memengaruhi hasil tangkapan ikan warga. (Ist)
Perairan Pulau Miang, Sangkulirang, Kutai Timur, yang menjadi wilayah tangkap nelayan. Aktivitas kapal batu bara di sekitar perairan disebut memengaruhi hasil tangkapan ikan warga. (Ist)

SANGATTA - Nelayan di Desa Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), kini harus melaut lebih jauh untuk mencari ikan. Kondisi itu terjadi sejak aktivitas bongkar muat batu bara disebut semakin mendekati wilayah perairan sekitar desa mereka.

Akibatnya, biaya operasional nelayan meningkat, sementara hasil tangkapan justru mengalami penurunan dalam satu tahun terakhir. Situasi tersebut mulai dikeluhkan masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Salah satu nelayan Pulau Miang, Jumri, mengatakan hasil tangkapan ikan saat ini jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya nelayan bisa memperoleh puluhan kilogram ikan dalam sekali melaut, kini mendapatkan lebih dari lima kilogram saja sudah sulit.

“Dulu hasil kami setelah mancing banyak sekali, sekarang kalau cuman sehari dapat satu ikan aja susah betul,” katanya. Menurut dia, kapal-kapal pengangkut batu bara yang berlabuh di sekitar perairan Pulau Miang membuat ikan menjauh dari lokasi tangkapan nelayan. Padahal sebelumnya mereka cukup memancing tidak jauh dari wilayah desa.

Baca Juga: Pulau Miang Mulai Tertekan, Sapina Pilih Bertahan Jaga Pesisir Sangkulirang

“Kapal-kapal itu yang membuat kami harus melaut lebih jauh. Ini membuat pendapatan dan pengeluaran kami tidak besar, bahkan bisa rugi,” ujarnya. Kepala Desa Pulau Miang, Alimuddin Daod, membenarkan adanya keluhan dari masyarakat terkait penurunan hasil tangkapan ikan.

Ia mengatakan Pulau Miang sebelumnya dikenal sebagai salah satu lokasi memancing dan penghasil ikan laut di Kutim. Namun kondisi tersebut mulai berubah dalam beberapa waktu terakhir. “Desa ini dulunya terkenal dengan tempat mancing dan hasil ikan melimpah. Tapi sekarang sudah jarang itu terlihat,” ucapnya.

Menurut Alimuddin, aktivitas bongkar muat batu bara sebelumnya berada cukup jauh dari wilayah perairan desa. Namun kini kapal-kapal besar disebut semakin dekat dengan area tangkapan nelayan. “Tadinya aktivitas bongkar muat itu jauh dari perairan Pulau Miang. Tapi sekarang kok semakin mendekat. Ini yang membuat masyarakat merasa terganggu,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#desa pulau miang #nelayan kutim #pulau miang #kutim #batu bara