KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Belum genap setahun dibentuk dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar, dua personel Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kalimantan Timur mulai mengundurkan diri dari struktur tim. Ketua TAGUPP Kaltim, Irianto Lambrie, membenarkan adanya dua anggota yang mengundurkan diri.
Dua anggota itu antara lain; Hijrah Mas'ud, Wakil Ketua TAGUPP Kaltim sekaligus adik kandung Gubernur Rudy Mas'ud. Satunya lagi adalah Supriansa, jabatannya Koordinator Bidang Informasi dan Komunikasi Publik. Untuk Supriansa, alasan memilih mundur karena profesionalitas.
Supriansa yang berprofesi sebagai advokat dan memiliki law firm di Jakarta disebutnya merasa sulit aktif menjalankan tugas di Kaltim. "Beliau menelepon saya langsung setelah pertemuan awal. Pertimbangannya objektif dan profesional. Karena beliau menetap di Jakarta, beliau merasa mungkin tidak bisa aktif di Kaltim," kata Irianto, Rabu (13/5/2026).
Supriansa, lanjut Irianto, juga telah menyampaikan langsung pengunduran dirinya kepada gubernur. Sebab, keputusan menerima atau menolak pengunduran diri bukan berada di tangan ketua Ketua TAGUPP. "Saya sampaikan (ke gubernur), alasannya sportif dan bagus. Tapi saya tidak punya kewenangan menerima pengunduran diri karena SK ditandatangani gubernur," ujarnya.
Sementara Hijrah Mas'ud, Irianto menjelaskan, suatu ketika dalam rapat internal, Hijrah sudah berpamitan dan menyampaikan karena kesibukannya sebagai presiden (direktur) di sebuah perusahaan. Meski mundur dari jabatan struktural, Hijrah disebut masih membuka ruang untuk memberikan masukan kepada pemerintah apabila dibutuhkan.
"Beliau pamit karena kesibukan sebagai presiden perusahaan. Tapi tetap dalam hubungan ini memberi saran-saran kalau diperlukan,” kata Irianto. Di luar dua nama tersebut, Irianto mengaku ada beberapa anggota TAGUPP yang sejak awal pembentukan pada 23 Februari 2026 tidak pernah aktif mengikuti rapat.
Namun, dia belum memastikan apakah mereka juga akan mengundurkan diri secara resmi. Irianto juga tidak menyebut secara detail nama-nama yang tidak aktif. "Beberapa anggota sejak dibentuk itu tidak aktif, tidak pernah ikut rapat. Tapi saya belum tahu apakah mereka sudah buat pengunduran diri atau tidak," kuncinya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki