KALTIMPOST.ID,WASHINGTON DC-Situasi mencekam melanda kawasan ring satu Amerika Serikat. Rentetan tembakan pecah tepat di dekat kompleks Gedung Putih, Washington DC, Sabtu (23/5) sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Saat insiden berdarah itu berlangsung, Presiden AS Donald Trump dilaporkan berada di dalam kantornya.
Peristiwa bermula saat seorang pria tIDak dikenal mendekati pos pemeriksaan di luar kompleks istana kepresidenan tersebut. Tanpa diduga, pria itu langsung melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service (paspampres AS).
Mendapat serangan mendadak, agen Secret Service bergerak cepat merespons ancaman. Baku tembak sengit tak terhindarkan. Petugas berhasil melumpuhkan pelaku di tempat. Tersangka sempat dilarikan ke fasilitas medis, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Nahas, insiden ini juga memakan korban lain. Seorang warga sipil dilaporkan ikut tertembak di tengah kekacauan tersebut.
"Masih belum jelas apakah warga sipil tersebut terkena tembakan awal dari tersangka atau peluru nyasar selama baku tembak berikutnya," ujar juru bicara Secret Service seperti dilansir dari CNN International, Minggu (24/5).
Pihak Secret Service memastikan tidak ada personel mereka yang terluka dalam kejadian ini. Mereka juga bergerak cepat mengamankan sang presiden. Trump sendiri langsung menerima laporan komprehensif mengenai insiden tersebut tak lama setelah keadaan terkendali.
"Personel Secret Service tidak terluka. Presiden Donald Trump berada di kediaman dan sama sekali tidak terpengaruh (oleh insiden)," tegas juru bicara tersebut, yang diperkuat oleh pernyataan resmi pejabat Gedung Putih.
Fokus Negosiasi Damai AS-Iran Tidak Terganggu
Menariknya, aksi koboi di depan halaman rumahnya itu sama sekali tidak menggoyang fokus kerja sang presiden. Trump dan tim diplomatiknya diketahui tengah terkonsentrasi penuh menyelesaikan negosiasi krusial untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Baca Juga: Geger! Iran Pengin Kirim Trump dan Netanyahu ke Neraka, Bikin Sayembara Berhadiah Rp 1 Triliun
Bahkan, sesaat sebelum dentuman senjata menggema di luar Gedung Putih, Trump sempat menebar optimisme tinggi. Dalam wawancara telepon bersama CBS News, ia mengklaim bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran sudah semakin dekat.
Meski menolak membeberkan detail draf perjanjian diplomatik tersebut, Trump memberikan sinyal kuat bahwa pembicaraan kedua negara berjalan ke arah yang sangat positif.
"Setiap hari (perkembangannya) semakin baik dan semakin baik. Saya tidak bisa memberi tahu Anda sebelum saya memberi tahu mereka, kan?" kata Trump secara diplomatis kepada CBS News.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko