KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6). Penggeledahan berlangsung di ruang pimpinan lembaga tersebut yang berada di lantai dua gedung BGN.
Langkah aparat penegak hukum itu diduga berkaitan dengan penyidikan kasus jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program yang menjadi bagian dari layanan pendukung Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Karangan Bunga Penuhi Kantor BGN: Ada Ucapan Terima Kasih atas Dicopotnya Dadan Hindayana
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyidikan berawal dari temuan dugaan pelanggaran dalam proyek pengadaan SPPG. Kasus tersebut diduga menyeret sejumlah oknum yang memiliki kedekatan dengan lingkaran pejabat di lingkungan BGN.
Kejagung hingga kini belum membeberkan detail perkara. Namun, institusi tersebut memastikan akan menyampaikan keterangan resmi terkait penggeledahan pada sore hari.
Kasus dugaan jual-beli titik SPPG mencuat setelah banyak laporan masyarakat masuk ke aparat penegak hukum. Sedikitnya sekitar 20 laporan disebut telah diterima, dengan pola dugaan penipuan yang memiliki kemiripan di berbagai daerah.
Di Batam, misalnya, aparat mengusut penjualan dua titik SPPG dengan nilai transaksi mencapai Rp400 juta.
Dugaan serupa juga muncul di Jawa Barat dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp1,9 miliar dan melibatkan puluhan korban. Sementara di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, satu titik SPPG disebut diperjualbelikan hingga Rp950 juta.
BGN sendiri sebelumnya menyatakan praktik tersebut diduga dilakukan secara terstruktur dan melibatkan jaringan tertentu. Modus yang dipakai umumnya dengan mengaku memiliki akses atau hubungan langsung dengan pejabat di BGN.
Para pelaku bahkan disebut menggunakan foto bersama pejabat sebagai alat meyakinkan calon korban.
Penggeledahan Kejagung terjadi di tengah perubahan besar di pucuk pimpinan BGN.
Baca Juga: Kejagung Periksa Dadan dan Dua Mantan Wakil Kepala BGN, Tim Dokter Disiagakan di Gedung Bundar
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memberhentikan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakil kepala lembaga itu, yakni Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sanjaya.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Dua posisi wakil kepala juga diisi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Editor : Uways Alqadrie