Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

7 Kontroversi Dadan Hindayana saat Jadi Kepala BGN, Serangga Sumber Protein, Main Golf saat Bencana

Hernawati • Rabu, 3 Juni 2026 | 18:23 WIB
Dadan Hindayana.
Dadan Hindayana.

KALTIMPOST.ID, Langkah tegas diambil Presiden Prabowo Subianto dengan merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Perombakan jajaran pimpinan BGN dilakukan setelah adanya monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama sekitar 1,5 tahun terakhir.

Baca Juga: Segini Kekayaan Dadan Hindayana, Eks Kepala BGN yang Dicopot Prabowo, Tembus Rp 9 Miliar!

Dalam perombakan tersebut, posisi kepala BGN yang sebelumnya dijabat Dadan Hindayana kini digantikan oleh Nanik S Deyang. 

Tak hanya kepala BGN, dua wakilnya turut juga ikut dicopot dari jabatannya sebagai bagian dari penyegaran organisasi.

Selama menjabat sebagai kepala BGN, Dadan tak lepas dari kontroversinya. Apa saja? Simak sederet kontroversinya.

1.  Serangga sebagai Sumber Protein

Saat awal menjabat, Dadan pernah mengeluarkan pernyataan bahwa serangga memiliki gizi tinggi dan biasa dikonsumsi masyarakat lokal seperti ulat sagu yang bisa dimasukkan dalam komposisi menu makan bergizi gratis (MBG).

Kata Dadan, serangga itu dapat menjadi menu MBG, khusus untuk daerah.

Dadan mengatakan, BGN tidak menetapkan standar menu nasional dalam program MBG, yang ada hanya penetapan standar komposisi gizi. Jadi, setiap menu bisa berbeda di berbagai daerah bergantung dari potensi sumber daya lokal dan kesukaan anak-anak lokal di daerah tersebut.

“Itu salah satu contoh ya, kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, itu bisa menjadi menu di situ.”

"Badan gizi ini tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi menetapkan standar komposisi gizi," ucap Dadan, Sabtu (25/1/2025).

Ia menyatakan, peluang memasukkan menu lokal seperti serangga berkaitan erat dengan komposisi protein di berbagai daerah yang bergantung pada potensi sumber daya lokal serta kesukaan masyarakat.

Ia meminta contoh tersebut tidak disalah artikan.

“Nah, isi protein di berbagai daerah itu sangat tergantung potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal. Jangan diartikan lain ya,” bebernya.

2.  Kasus Keracunan MBG

Maraknya kasus keracunan makanan pada anak-anak yang dikaitkan dengan program MBG menimbulkan sorotan terhadap BGN.

Selain masalah teknis di lapangan, muncul polemik mengenai pernyataan Dadan terkait statistik kejadian tersebut.

Dadan pernah menyebut, kasus keracunan MBG hanya menimpa sebagian kecil siswa sekolah.

Pernyataan itu dianggap mencederai kekhawatiran para orang tua yang mencemaskan kualitas makanan program tersebut.

3.  Pernyataan tentang Konsumsi Susu 2 Liter per Hari

Tatkala menjadi kepala BGN, Dadan pernah menyebut, minum susu 2 liter setiap hari membuat kedua anaknya tumbuh tinggi.

Dadan mengatakan, dua anak laki-lakinya memiliki tinggi badan 181 sentimeter (cm) dan 185 cm.

Hal itu karena mereka rutin minum susu 2 liter setiap hari sejak kecil hingga kelas 2 SMA.

“Jadi tinggi badan bukan cuma masalah genetik, tapi juga asupan gizi yang cukup dan seimbang,” ucap Dadan, Senin (26/5/2025).

Pernyataan Dadan lantas menuai kontroversi.

Dokter ternama, Tan Shot Yen menyatakan, klaim Dadan tersebut tak berdasar.

“Cuma satu komentar saya: S-E-S-A-T!!!!!” kata Tan dalam unggahan Instagram Story pada Selasa (27/5/2025) atas video Dadan.

4.  Pengadaan Motor Operasional MBG

Pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat memicu polemik.

Pasalnya jumlah kendaraan yang dibeli mencapai puluhan ribu unit dengan harga sekitar Rp 42 juta per unit.

Menanggapi hal itu, Dadan mengatakan, pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program MBG.

Khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

5.  Pernyataan tentang Gizi Pemain Sepak Bola Indonesia

Dadan pernah menyebut, ada keterkaitan antara kualitas gizi pemain sepak bola Indonesia dengan performa pemain.

“Jangan heran kalau PSSI sulit menang karena main 90 menit berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus dan banyak pemain bola lahir dari kampung,” katanya, Minggu (23/3/2025).

Pernyataan itu mendapat respons dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.

Lalu menyayangkan pernyataan Dadan yang menyebut kekalahan Timnas Indonesia disebabkan oleh gizi para pemainnya yang tidak bagus.

"Kepala BGN jangan terlalu lebay menyangkutpautkan PSSI dengan makanan bergizi. Apalagi menyampaikan statement bahwa pemain Indonesia kurang makan bergizi,” ucap Lalu.

6.  Bermain Golf saat Ada Bencana

Sempat viral di media sosial, video Dadan tengah bermain golf saat sejumlah wilayah di Sumatra dilanda banjir dan longsor.

Aktivitas tersebut dianggap sebagian publik menunjukkan kurangnya empati.

Dadan pun membuat klarifikasi terkait video tersebut.

Ia menyebut acara golf alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) yang viral itu untuk menggalang dana korban bencana.

Ia mengatakan penggalangan dana itu berhasil mengumpulkan donasi ratusan juta rupiah, sebagian untuk korban banjir di Aceh.

“Rp 450 juta (total donasi),” kata Dadan.

Jumlah Rp 450 juta donasi itu terdiri dari Rp 250 juta yang akan dialokasikan untuk beasiswa dan Rp 200 juta untuk bantuan korban banjir di Aceh. 

“Rp 200 juta dalam proses koordinasi dengan PIC (person in charge) di Aceh,” kata ahli serangga dari IPB ini.

7.  Pegawai SPPG Jadi ASN

Kontroversi lainnya kala Dadan jabat kepala BGN adalah pengangkatan SPPG menjadi ASN.

Dadan menuturkan, pegawai SPPG yang dapat diangkat menjadi ASN PPPK adalah kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.

"Hampir seluruh kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan yang sudah lama beroperasi nanti akan jadi ASN PPPK per tanggal 1 Februari," kata Dadan, Senin (19/1/2026).

Adapun pegawai inti SPPG yang baru bergabung, akan menunggu giliran untuk diangkat menjadi ASN.

 



 

 

Editor : Hernawati
#Kepala BGN Dadan Hindayana #BGN Badan Gizi Nasional #Dadan Hindayana