KALTIMPOST.ID, KUWAIT CITY – Dugaan kerusakan di salah satu pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait mencuat setelah beredarnya citra satelit terbaru yang dirilis lembaga pemantau independen Soar Atlas.
Foto-foto tersebut memperlihatkan sejumlah fasilitas di Pangkalan Udara Ali Al Salem mengalami kerusakan pascaserangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran pada Rabu (3/6).
Dalam analisis yang dipublikasikan Soar Atlas, terlihat beberapa bangunan pelindung pesawat mengalami kehancuran. Area di sekitar pangkalan juga tampak menghitam seperti terbakar, disertai jejak kawah yang diduga berasal dari hantaman proyektil.
Baca Juga: Viral Wanita Hamil Ditendang Preman di Deli Serdang, 2 Pelaku Ditangkap Kilat dalam 5 Jam
Temuan itu memunculkan tanda tanya terhadap pernyataan militer Amerika Serikat. Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan seluruh rudal dan drone yang mengarah ke fasilitas mereka di kawasan berhasil digagalkan sebelum mencapai sasaran.
Menurut CENTCOM, beberapa rudal balistik memang ditembakkan Iran ke wilayah negara-negara Teluk. Namun pihaknya mengklaim tidak ada yang mengenai target yang dituju.
Dua rudal yang mengarah ke Kuwait disebut gagal mencapai sasaran atau hancur di udara, sedangkan tiga lainnya yang menuju Bahrain dikatakan berhasil dicegat sistem pertahanan udara.
Di sisi lain, pemerintah Kuwait melaporkan serangan tersebut tetap menimbulkan dampak serius.
Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut sejumlah rudal menghantam kawasan strategis, termasuk area bandara internasional dan lokasi misi diplomatik.
Baca Juga: KPK Ungkap Aliran Rp145,5 Miliar di Ditjen Imigrasi: Silmy Karim Terima Rp100 juta per Minggu
Data sementara menunjukkan satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Korban tewas diketahui merupakan warga negara India yang berada di Kuwait saat serangan terjadi.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan cukup besar di bandara. Beberapa bagian bangunan dilaporkan terbakar, atap mengalami keruntuhan, sementara asap tebal membubung dari area terminal.
Editor : Uways Alqadrie