Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bakal Dilengkapi Fasilitas Modern, Ini Konsep Baru Eks Gedung Lama Bandara Sepinggan Balikpapan

Eko Pralistio • Senin, 8 Juni 2026 | 20:02 WIB
Gedung lama Bandara Sepinggan Balikpapan menjadi salah satu opsi kuat lokasi pembangunan Borneo Culture Museum. Proyek pusat kebudayaan ini dirancang berbasis teknologi digital dan inklusif bagi seluruh etnis di Kaltim. (KALTIM POST)
Gedung lama Bandara Sepinggan Balikpapan menjadi salah satu opsi kuat lokasi pembangunan Borneo Culture Museum. Proyek pusat kebudayaan ini dirancang berbasis teknologi digital dan inklusif bagi seluruh etnis di Kaltim. (KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Rencana pembangunan museum budaya berskala besar di Provinsi Kaltim mulai mengemuka. Kementrian Kebudayaan RI mendorong hadirnya ruang kebudayaan yang lebih modern dan representatif di daerah ini, sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas sekaligus daya tarik wisata.

Gagasan tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran Kementerian Kebudayaan dengan Pemprov Kaltim di Kegubernuran Kaltim, Senin (8/6/2026) sore. Salah satu opsi lokasi yang muncul adalah kawasan bekas Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, yang sudah lama tidak lagi beroperasi.

Deputi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Warsito, mengatakan, pembangunan kebudayaan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus berjalan seiring dengan pembangunan sektor lain, termasuk ekonomi dan kreativitas masyarakat.

“Kalau kita bicara kebudayaan, itu tidak hanya soal warisan, tapi juga bagaimana dia hidup dan berkembang. Karena itu, kami dorong tiga hal ini jalan bersama, kreasi, ekonomi, dan budaya,” ujarnya selepas pertemuan itu.

Kendati demikian, Warsito menyebut rencana pembangunan museum tersebut masih dalam tahap awal. Pemerintah pusat masih membutuhkan banyak masukan dari daerah, termasuk terkait konsep dan pemanfaatan ruang yang ada. “Kami datang untuk berdiskusi dan meminta pandangan dari Pemprov Kaltim, sekaligus mencari dukungan agar rencana ini bisa dikembangkan lebih matang,” katanya.

Warsito (tengah) bersama Kepala Bappeda Kaltim Muhaimin (kiri) di Kompleks Kegubernuran Kaltim, Samarinda, Senin (8/6/2026). (EKO/KALTIM POST)
Warsito (tengah) bersama Kepala Bappeda Kaltim Muhaimin (kiri) di Kompleks Kegubernuran Kaltim, Samarinda, Senin (8/6/2026). (EKO/KALTIM POST)

Dalam pembahasan itu, muncul nama Borneo Culture Museum sebagai konsep besar yang diharapkan bisa menjadi etalase budaya Kalimantan secara menyeluruh. Tidak hanya sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, museum ini dirancang lebih terbuka, modern, dan dekat dengan generasi muda.

Sebab, menurut Warsito, museum ke depan harus berubah fungsi, tidak lagi hanya menjadi ruang pasif, tetapi juga ruang interaksi, edukasi, hingga kreativitas. “Museum itu tidak boleh kaku. Harus bisa jadi tempat belajar, ruang kreatif, dan juga menarik untuk dikunjungi generasi sekarang,” imbuhnya.

Dari pihak daerah, Kepala Bappeda Kaltim, Muhaimin, menyambut positif rencana tersebut. Dia menilai pemanfaatan bekas bandara di Balikpapan merupakan langkah yang cukup realistis mengingat lokasi tersebut masih memiliki infrastruktur yang cukup baik.

“Kami mengapresiasi rencana ini. Bekas bandara itu masih sangat layak dan punya nilai strategis kalau dikembangkan jadi pusat kebudayaan,” katanya. Muhaimin menekankan pentingnya museum tersebut mewakili keberagaman budaya di Kalimantan Timur, yang artinya representasi budaya tidak boleh hanya terfokus pada satu kelompok saja.

“Budaya Dayak sangat penting, tapi Kaltim ini juga punya budaya pesisir, kesultanan, dan berbagai etnis lain. Semua harus terwakili,” ujarnya.

Jika ini benar terwujud, museum ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga bisa menjadi magnet wisata baru bagi Kaltim, termasuk wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara.

Selain itu, pengelolaan museum juga disebutnya harus sudah berbasis teknologi dan melibatkan generasi muda agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. "Pengelolaanya menyesuaikan perkembangan zaman, misalnya memanfaatkan teknologu, dan memberikan ruang untuk generasi muda terlibat aktif," tutupnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Borneo Culture Museum Kaltim #bandara sepinggan #IKN #Kantor Gubernur Kaltim #balikpapan