Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Operasional Gedung Pandurata RSUD AWS Mundur, Ini Penjelasan Dinkes Kaltim

Eko Pralistio • Selasa, 9 Juni 2026 | 19:28 WIB
Fisik bangunan megah Gedung Pandurata RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda yang pembangunannya berjalan bertahap sejak 2023. Walau rencana operasional pertengahan tahun ini tertunda akibat pekerjaan maintenance tambahan oleh Dinas PUPR Kaltim, (RAMA/KALTIM POST)
Fisik bangunan megah Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda yang pembangunannya berjalan bertahap sejak 2023. Walau rencana operasional pertengahan tahun ini tertunda akibat pekerjaan maintenance tambahan oleh Dinas PUPR Kaltim, (RAMA/KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Operasional Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) yang digadang-gadang mulai dipakai pada Mei–Juni 2026 diproyeksikan mundur dari jadwal. Penyebabnya, bangunan tersebut masih membutuhkan pekerjaan maintenance sebelum bisa diserahterimakan ke pihak rumah sakit.

Gedung yang pembangunannya dimulai sejak 2023 itu dibiayai secara bertahap melalui APBD Provinsi Kaltim. Pada tahap awal, Pemprov Kaltim menggelontorkan sekitar Rp 110 miliar untuk struktur dan pondasi. Tahun 2024, anggaran kembali turun sekitar Rp 140 miliar untuk penyelesaian dinding hingga instalasi bangunan.

Sementara pada 2026, Dinas Kesehatan Kaltim sudah menyiapkan sekitar Rp 150 miliar untuk pengadaan alat kesehatan (alkes). Namun, pengadaan itu belum bisa langsung dipasang karena gedungnya belum siap digunakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin mengatakan, Gedung Pandurata masih dalam tahap evaluasi dan perbaikan oleh pihak pelaksana, yakni Dinas PUPR Kaltim. Karena itu, proses serah terima ke rumah sakit belum bisa dilakukan. “Masih ada maintenance perbaikan. Itu ranahnya PUPR. Kita masih menunggu kapan selesai dan kapan bisa diserahkan,” kata Jaya, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga: Hitung-hitungan Politik Jelang Paripurna 10 Juni: Pengamat Sebut Arah Hak Angket DPRD Kaltim Disetir Kepentingan Partai

Ia menyebut, Pemprov sebenarnya menargetkan gedung tersebut bisa mulai dimanfaatkan sebelum 17 Agustus 2026. Namun, kepastian waktu masih menunggu laporan final dari PUPR terkait pekerjaan perbaikan tambahan.

Meski tertunda, anggaran alkes tetap disiapkan. Rinciannya, sebagian untuk kebutuhan Gedung Pandurata dan sebagian lagi untuk penguatan fasilitas rumah sakit yang lain, terutama ruang operasi. “Totalnya Rp 150 miliar. Ada untuk Pandurata, ada juga untuk perbaikan dan penambahan alat di instalasi bedah sentral,” ujarnya.

Alkes yang disiapkan antara lain tempat tidur pasien, alat radiologi, hingga berbagai perangkat monitor pasien. Rencananya, Gedung Pandurata akan menampung sekitar 500 tempat tidur dari total kapasitas rumah sakit yang mencapai sekitar 600 bed.

Ia menyebut, sejumlah layanan utama seperti IGD, laboratorium, dan gedung manajemen tetap berada di lokasi lama. Sementara Gedung Pandurata difokuskan untuk relokasi ruang rawat inap yang selama ini kerap terdampak banjir. Selain itu, sebagian area lama juga akan dialihfungsikan, termasuk menjadi ruang terbuka hijau dan area parkir untuk mengatasi keterbatasan lahan.

Di sisi lain, beberapa ruang operasi lama di Instalasi Bedah Sentral (IBS) juga akan diperbarui karena dinilai mengalami kebocoran. Perbaikan akan menggunakan teknologi baru sesuai kebutuhan layanan medis modern.

Namun, Jaya menegaskan Gedung Pandurata bukan rumah sakit baru, melainkan tambahan ruang perawatan. “Ini bukan rumah sakit baru. Ini ruang-ruang tambahan. Ada ruang Pandurata, Sakura, Melati, dan lainnya,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Dinkes Kaltim #Jaya Mualimin #samarinda #RSUD AWS Samarinda #Gedung Pandurata RSUD AWS