KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kebijakan kenakian harga Pertamax menjadi Rp 16.650 per liter memicu lonjakan konsumsi Pertalite di Balikpapan. Terpantau di SPBU Gunung Guntur, stok bahan bakar bersubsidi tersebut langsung habis diburu masyarakat yang memilih migrasi demi menghemat pengeluaran.
Kenaikan harga Pertamax turut berdampak pada peningkatan penjualan Pertalite pada Rabu (10/6). Terpantau di SPBU Gunung Guntur, stok Pertalite langsung habis diburu masyarakat.
Seperti diketahui harga Pertamax di Balikpapan sebelumnya dari Rp 12.600 per liter menjadi Rp 16.650 per liter. Sementara Pertalite dijual sebesar Rp 10.000 per liter.
Manajer SPBU Gunung Guntur Randy Faisal Hud mengatakan, penjualan Pertalite meningkat dari kondisi biasa paska kenaikan Pertamax. Jika kondisi normal, penjualan Pertalite berkisar 23-24 kiloliter (KL) per hari.
“Begitu Pertamax naik, akhirnya banyak konsumen beralih ke pertalite dan penjualan meningkat menjadi 28-29 KL per hari,” ungkapnya. Sedangkan untuk penjualan Pertamax menurun usai kenaikan harga.
Baca Juga: DPRD Balikpapan Soroti Pelican Crossing Rusak, Minta Dishub Segera Bertindak
“Biasanya penjualan Pertamax berkisar 8-9 KL menjadi 6-7 KL per hari,” sebutnya. Randy menambahkan, khusus untuk penjualan Dexlite memang tidak terlalu tinggi di SPBU Gunung Guntur.
Sehingga saat terjadi kenaikan harga hingga Rp 26.000 per liter semakin membuat penjualan turun drastis. Mengatasi peningkatan penjualan Pertalite, pihaknya sudah melakukan rapat dengar Pertamina.
“Mereka sudah mengimbau kepada seluruh SPBU kontrol stok Pertalite secara ketat. Apabila butuh tambahan kuota agar segera menghubungi depot,” bebernya. Sejauh ini, belum ada arahan lagi. (*)
Editor : Duito Susanto