Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Trump Klaim Perjanjian Akhiri Perang dengan Iran Segera Disepakati, Serangan Militer Dibatalkan

Ari Arief • Jumat, 12 Juni 2026 | 14:37 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.(IST)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.(IST)

 

KALTIMPOST.ID,WASHINGTON–Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan bahwa perjanjian damai untuk mengakhiri perang selama tiga bulan antara AS dan Iran kini telah memasuki fase akhir. Perjanjian tersebut diperkirakan akan ditandatangani paling cepat akhir pekan ini di Eropa.

Menyusul perkembangan tersebut, Trump mengonfirmasi bahwa dirinya telah membatalkan rencana serangan udara terbaru ke Teheran yang dijadwalkan semalam, setelah mengklaim draf perjanjian itu telah disetujui oleh kepemimpinan tertinggi Iran.

Baca Juga: Iran Tutup Total Selat Hormuz Usai Diserang AS, Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak

"Kami baru saja mencapai solusi besar untuk perang dengan Iran. Jalur Selat Hormuz akan dibuka secara resmi segera setelah kami menandatangani perjanjian ini, kemungkinan akhir pekan ini di Eropa," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis (11/6i).

Trump, seperti dikutip Reuters, Jumat (12/6) juga menyatakan keyakinannya bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah memberikan persetujuan pribadi terhadap Nota Kesepahaman (MoU) tersebut. Ia menambahkan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, akan menghadiri upacara penandatanganan perjanjian itu untuk mewakili pemerintahannya.

Baca Juga: Imbas Krisis Visa Piala Dunia, Kapten Iran Tuntut Pertanggungjawaban FIFA

Namun, di balik pernyataan optimistis Trump, pihak Teheran mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa negaranya belum mencapai keputusan final terkait poin-poin perjanjian damai tersebut.

Selain itu, ketegangan di Selat Hormuz—jalur maritim penting yang dilalui sepertiga pasokan minyak dunia melalui laut—tetap tinggi. Militer AS melaporkan bahwa mereka telah menembak jatuh dua drone milik Iran yang mencoba menyerang kapal komersial di jalur tersebut, beberapa jam sebelum pengumuman Trump disampaikan.

Baca Juga: Sempat Terganjal Konflik, AS Akhirnya Terbitkan Visa untuk Timnas Iran di Piala Dunia

Kerangka kerja perjanjian damai yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan tersebut dilaporkan mencakup perpanjangan masa gencatan senjata selama 60 hari, fase pembersihan ranjau laut, pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta perundingan ulang mengenai program nuklir Teheran.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, merilis pernyataan yang menegaskan bahwa Israel tidak menjadi bagian dari MoU tersebut. Meski demikian, mereka mengapresiasi komitmen AS untuk memastikan Iran tidak akan memiliki senjata nuklear di masa depan.

Baca Juga: Polres PPU Gelar Turnamen Minisoccer, Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80

Perang AS-Iran yang pecah sejak Februari lalu telah merenggut ribuan korban jiwa serta memicu krisis energi global yang parah akibat blokade maritim di kawasan Teluk.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#Teheran #iran #donald trump