Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Mantan Ketum PBI HMI Arief Rosyid Ajak Generasi Muda Kaltim Ambil Peran Strategis, Jangan Hanya Jadi Penonton Pembangunan

Romdani. • Senin, 15 Juni 2026 | 18:04 WIB
Arief Rosyid
Arief Rosyid

SAMARINDA-Generasi muda Kaltim diminta tidak hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus pembangunan yang berlangsung di daerah.

Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan posisi Kaltim sebagai salah satu pusat energi nasional dinilai menjadi momentum bagi anak muda untuk tampil sebagai pelaku utama dalam pembangunan ekonomi, politik, dan kepemimpinan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) PB HMI periode 2013–2015 Arief Rosyid saat menghadiri kegiatan silaturahmi di Samarinda.

Menurutnya, Kaltim memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Selain menjadi daerah penghasil energi dan sumber daya mineral, Kaltim kini juga menjadi lokasi pembangunan IKN yang akan menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia.

Karena itu, ia menilai generasi muda di daerah ini harus mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan meningkatkan kapasitas diri, memperluas jaringan, dan mengambil bagian dalam berbagai ruang strategis.

“Kaltim bukan daerah pinggiran. Kaltim adalah salah satu penyangga utama ekonomi Indonesia, terutama di sektor energi dan sumber daya mineral. Karena itu, orang muda Kaltim harus berhenti menjadi penonton yang hanya melihat perubahan dari kejauhan. Sudah waktunya menjadi pemain yang ikut menentukan arah kebijakan dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan rakyat,” ujarnya.

Baca Juga: Hyatt Place Semarang Hadir di POJ City, Siapkan 154 Kamar dan Lengkapi Ekosistem Bisnis hingga Hospitality

Arief menegaskan, pembangunan nasional yang sedang berlangsung harus dipandang sebagai peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi lebih besar dalam berbagai sektor. Mulai dari dunia usaha, politik, birokrasi, hingga ruang-ruang pengabdian publik lainnya.

Menurutnya, tidak boleh lagi ada mentalitas yang membuat anak muda hanya menjadi objek pembangunan. Sebaliknya, mereka harus menjadi subjek yang aktif menciptakan perubahan dan mengambil peran dalam proses pengambilan keputusan.

Ia menyinggung upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tengah berupaya menjalankan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengenai pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dalam konteks tersebut, Arief menilai Kaltim memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi salah satu daerah penghasil energi dan sumber daya mineral terbesar di Indonesia.

“Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar teks konstitusi. Itu adalah mandat perjuangan. Presiden Prabowo sedang berikhtiar memastikan kekayaan alam Indonesia tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan rakyat,” katanya.

Baca Juga: Binus Group dan Paradise Indonesia Kembangkan POJ City, 23 Semarang dan Hyatt Place Lengkapi Ekosistem Terpadu

Ia menyebut pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini juga tengah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki tata kelola sektor energi dan sumber daya mineral.

Menurut Arief, sejumlah program seperti legalisasi sumur rakyat, peningkatan produksi energi nasional, hingga penguatan hilirisasi industri merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan manfaat sumber daya alam dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

“Tujuannya agar sumber energi dan sumber daya mineral dapat dikelola lebih adil, lebih produktif, dan hasilnya kembali kepada rakyat Indonesia,” ujarnya.

Selain isu pembangunan ekonomi, Arief juga menyoroti pentingnya stabilitas politik nasional. Menurut dia, kesinambungan pembangunan membutuhkan dukungan politik yang kuat agar program-program strategis pemerintah dapat berjalan optimal.

Ia menilai hubungan antara Partai Gerindra dan Partai Golkar yang saat ini berada dalam semangat koalisi permanen menjadi salah satu modal penting untuk menjaga stabilitas tersebut.

“Soliditas Partai Gerindra dan Partai Golkar sebagai koalisi permanen merupakan fondasi kuat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Stabilitas politik yang kuat akan mempercepat agenda strategis bangsa, termasuk kedaulatan energi, hilirisasi industri, pembangunan IKN, dan pemerataan kesejahteraan,” jelasnya.

Baca Juga: 23 Semarang Shopping Center Raup 30 Ribu Pengunjung, Siapkan Event Rutin dan Konsep Pet Friendly Mall

Lebih jauh, Arief mengingatkan bahwa keberadaan sumber daya alam yang melimpah di Kaltim harus menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan peran dan daya saing.

Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton yang menikmati dampak pembangunan, tetapi mampu menjadi pelaku yang menentukan arah masa depan daerah.

“Kita tidak boleh hanya mendapatkan remah-remah dari kekayaan yang ada di tanah sendiri. Orang muda Kaltim harus masuk ke gelanggang, menjadi pengambil keputusan, menjadi pengusaha, menjadi pemimpin, dan menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Arief mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan seluruh generasi muda Kaltim untuk aktif mengambil bagian dalam pembangunan bangsa melalui berbagai bidang pengabdian.

“Sejarah selalu ditentukan oleh mereka yang berani mengambil peran. Saatnya orang muda Kaltim keluar dari bangku penonton dan menjadi pemain dalam politik, pembangunan, dan peradaban demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Gubernur Kaltim Rudi Masud #Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud #Kutai Barat