KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Militer Amerika Serikat mengumumkan identitas delapan korban yang meninggal dunia dalam insiden jatuhnya pesawat pengebom strategis B-52 Stratofortress di kawasan Pangkalan Udara Edwards, California, awal pekan ini.
Korban terdiri atas personel militer aktif, anggota cadangan, serta tenaga sipil yang terlibat dalam misi penerbangan tersebut. Hingga kini, penyebab kecelakaan masih menjadi fokus investigasi otoritas militer AS.
Lokasi jatuhnya pesawat masih berada dalam pengamanan ketat. Meski demikian, sebagian besar aktivitas di pangkalan udara telah kembali berjalan normal. Tim penyelidik memperkirakan proses pengungkapan penyebab kecelakaan dapat berlangsung hingga enam bulan ke depan.
Baca Juga: Daftar Lengkap Aset Eddy Tansil yang Disita Negara, Nilainya Rp82,6 Miliar
Delapan korban yang dipastikan meninggal adalah Kolonel Gregory Watson (53), Letnan Kolonel Purnawirawan Miles Middleton (50), Letnan Kolonel Gabriel Estrella (40), Mayor Alexander Davis (34), Mayor Robert Dee (40), Mayor Brad Hovey (35), Jeromy Smith (32), serta Christopher Rischar (41).
Komandan Sayap Uji ke-412 Pangkalan Udara Edwards, Kolonel Thomas Tauer, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kehilangan para awak tersebut. Menurutnya, mereka merupakan personel berpengalaman yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.
Dua korban, Gregory Watson dan Miles Middleton, diketahui bekerja untuk Boeing sebagai bagian dari tim pengujian penerbangan. Perusahaan kedirgantaraan itu menyatakan kehilangan besar atas wafatnya kedua profesional tersebut dan menyampaikan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sementara itu, Christopher Rischar merupakan insinyur uji penerbangan yang bekerja untuk kontraktor pemerintah JT4. Selama satu dekade terakhir, ia bertugas di Edwards Air Force Base dan dikenal memiliki kecintaan besar terhadap dunia aviasi.
Keluarga mengenang Rischar sebagai sosok yang gemar mengajak kedua anaknya mengunjungi museum penerbangan untuk memperkenalkan berbagai jenis pesawat serta teknologi yang digunakan.
Baca Juga: 1.286 Jemaah Jadi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel, Kerugian Tembus Rp35 Miliar
Kecelakaan pesawat pengebom B-52 ini menjadi salah satu insiden paling serius yang melibatkan armada strategis Angkatan Udara Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Hasil investigasi resmi nantinya akan menentukan faktor penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
Editor : Uways Alqadrie