Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dokter Gantung Diri! Kronologi Perawatan dr Icha Sebelum Gantung Diri, Sempat Rawat Inap dan Pemeriksaan Kejiwaan

Uways Alqadrie • Minggu, 28 Juni 2026 | 15:23 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, KUPANG – Dokter muda asal Nusa Tenggara Timur, dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha, ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6/2026) petang. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di lantai dua rumah.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh salah seorang adik korban yang naik ke lantai atas rumah. Saat ditemukan, dr Icha diperkirakan telah meninggal sekitar 20 menit sebelumnya. Ayah korban saat itu berada di kebun, sedangkan ibunya masih bekerja.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk menjalani pemeriksaan luar.

Baca Juga: Dokter Gantung Diri! Kronologi Keributan dr Icha dengan Anggota DPRD TTU di IGD, Berawal dari Permintaan Vaksin Pasien

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Atas permintaan keluarga, proses autopsi tidak dilakukan dan jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Sebelum meninggal dunia, dr Icha diketahui sempat menjalani perawatan medis selama enam hari setelah mengalami gangguan psikologis. Setelah kondisinya membaik, ia dipulangkan dan melanjutkan pengobatan secara rawat jalan.

Menurut keluarga, korban juga sempat menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa yang menyatakan mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik. Keluarga menyebut kondisi tersebut muncul setelah insiden saat dr Icha menangani pasien anak korban gigitan ular di IGD RS Leona, Timor Tengah Utara.

Dalam peristiwa itu, keluarga menyatakan terjadi adu argumentasi antara dr Icha dengan sejumlah orang yang kemudian diketahui merupakan anggota DPRD TTU. Keluarga menilai kejadian tersebut memberikan tekanan psikologis yang berat terhadap korban.

Sebelum ditemukan meninggal, dr Icha masih sempat berkomunikasi dengan pamannya. Bahkan, keluarga telah menjadwalkan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang pada sore hari. Namun sebelum pemeriksaan dilakukan, kabar duka datang lebih dulu.

Baca Juga: 3 Karyawan Percetakan Disekap di Ruko Jakarta Pusat, Keluarga Diperas Rp50 Juta per Orang

Keluarga meminta aparat mengusut tuntas dugaan intimidasi yang dilaporkan sebelumnya serta mendorong adanya perlindungan yang lebih kuat bagi tenaga kesehatan saat menjalankan tugas.

Sementara itu, dua anggota DPRD TTU yang disebut dalam peristiwa tersebut membantah telah melakukan intimidasi.

Mereka mengakui sempat berbicara dengan nada tinggi karena situasi dinilai panik, tetapi menegaskan tidak pernah berniat menekan ataupun mengintimidasi dr Icha. Hingga kini, penyelidikan polisi terkait dugaan intimidasi masih berlangsung.

Editor : Uways Alqadrie
#dr Eliza Princila Utami Pakaenoni #dr Icha #RS Leona NTT #Polres Timur Tengah Utara #DPRD Timur Tengah Utara