Anggaran Paser Terbatas, KONI Kaltim Minta Nomor Pertandingan Porprov 2026 Dirampingkan Demi Cabor PON!

Eko Pralistio • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:38 WIB
EVALUASI NOMOR PERTANDINGA: Suasana rapat virtual antara KONI Kaltim, Dispora Kaltim, dan PB Porprov VIII 2026 Paser pada Kamis (23/7/2026) siang.  (FOTO: EKO PRALISTIO/KALTIM POST)
EVALUASI NOMOR PERTANDINGA: Suasana rapat virtual antara KONI Kaltim, Dispora Kaltim, dan PB Porprov VIII 2026 Paser pada Kamis (23/7/2026) siang. (FOTO: EKO PRALISTIO/KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Polemik soal jumlah cabang olahraga (cabor) yang bakal dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 masih bergulir dinamis. Dalam rapat virtual yang menghadirkan KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dan PB Porprov VIII Kaltim 2026, panitia menetapkan 50 cabor yang dipertandingkan pada ajang empat tahunan tersebut, Kamis (23/7/2026) siang,

Namun, KONI Kaltim mengusulkan adanya perampingan nomor pertandingan pada sejumlah cabor yang telah ditetapkan.Tujuannya agar ada ruang bagi cabor lain khususnya yang masuk agenda pekan olahraga nasional, ikut dipertandingkan.

"Pada prinsipnya kita semua berharap seluruh cabang olahraga bisa dipertandingkan. Namun kita juga harus realistis karena kondisi anggaran saat ini memang menjadi tantangan bersama," ujar Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading.

Baca Juga: Dapat Suntikan Pelatih Asing, Rugby Balikpapan Pede Tatap Porprov Kaltim VIII/2026

Sebab, lanjut dia, keputusan tersebut lahir dari perhitungan kemampuan anggaran, bukan semata-mata membatasi jumlah cabor, dan ruang evaluasi masih terbuka. Nah, Rasman melanjutkan, jika nantinya ditemukan efisiensi pada nomor pertandingan atau skema pembiayaan lain, peluang menambah lebih banyak cabor masih bisa dibahas.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listiyono menegaskan, pihaknya tidak memersoalkan keputusan panitia menetapkan 50 cabor yang dipertandingkan. Yang perlu dievaluasi, katanya, jumlah nomor pertandingan pada beberapa cabor yang disebutnya terlalu gemuk.

"Kami menghormati keputusan PB Porprov. Yang kami usulkan adalah melihat kembali nomor pertandingan yang mungkin terlalu banyak. Kalau ada efisiensi, anggarannya bisa dialihkan untuk mengakomodasi cabang olahraga lain yang belum masuk," katanya.

Meski begitu, dia meminta panitia untuk menerbitkan daftar cabang olahraga beserta nomor pertandingan secara resmi, agar pembinaan atlet di kabupaten dan kota sudah memiliki acuan. Gayung bersambut. Perwakilan PB Porprov Kaltim, Abdi Permana, menjelaskan alasan mengapa hanya 50 cabor saja yang dipertandingkan.

Baca Juga: Porprov Kaltim Kian Dekat, Anggaran Kontingen Samarinda Masih Menggantung

Pembatasan itu disebut merupakan konsekuensi dari kemampuan anggaran yang dimiliki Kabupaten Paser. "Kami tidak punya ambisi menjadi juara umum. Yang menjadi tanggung jawab kami adalah memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan terbaik selama Porprov berlangsung," ujarnya.

Dari 50 cabor yang dipertandingkan nanti, lanjut Abdi, sekitar 910 nomor pertandingan yang sudah disusun tersebut sebagaian besar masih mengacu usulan awal KONI Kaltim. Abdi juga berharap Pemprov Kaltim bisa memfasilitasi pertemuan dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Kaltim, dalam rangka memastikan kesiapan daerah mengikut ajang tersebut.

Senada, Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum, memastikan bahwa organisasinya tidak bermaksud melakukan intervensi yang menjadi kewenangan PB Porprov.

"Kami tegaskan sekali lagi, kami tidak dalam rangka mengintervensi PB Porprov. Keputusan 50 cabang olahraga kami hormati," tegasnya. Namun, KONI Kaltim disebut tetap akan mengajukan usulan resmi agar cabang olahraga yang dipertandingkan di PON tetapi belum masuk daftar Porprov dapat diprioritaskan. 

Salah satu opsinya adalah merasionalisasi nomor pertandingan pada cabor yang dinilai terlalu banyak tanpa menambah beban anggaran. "Kami akan mengecek kembali cabang olahraga yang dipertandingkan di PON tetapi belum masuk dalam daftar Porprov. Kalau ada nomor pertandingan yang bisa dirasionalisasi tanpa menambah anggaran, itu bisa menjadi ruang untuk mengakomodasi cabang olahraga prioritas," kuncinya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Porprov Kaltim Porprov Paser 2026 KONI kaltim pon