SAMARINDA - Sektor pariwisata dinilai harus menjadi salah satu penopang ekonomi baru Kalimantan Timur di tengah upaya transisi dari ketergantungan terhadap pertambangan minyak, gas, dan batu bara.
Karena itu, pemerintah daerah diminta memberi perhatian lebih besar terhadap pengembangan industri pariwisata. Disampaikan Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Muhsin Palinrungi, Kaltim tidak bisa selamanya mengandalkan sektor pertambangan sebagai sumber pendapatan daerah.
"Saat ini pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota sudah saatnya melihat pariwisata sebagai peluang meningkatkan pendapatan daerah. Kita tidak bisa selalu mengandalkan minyak, gas, dan tambang. Itu akan habis," ujarnya saat sesi Ngopi (Ngobrol bareng Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia PUTRI).
Menurut Muhsin, apabila tidak menyiapkan sektor produktif sejak sekarang, daerah akan kehilangan sumber pendapatan di masa depan. "Kalau tidak memperhatikan sektor-sektor produktif, termasuk pariwisata, dampaknya akan besar terhadap pendapatan daerah," katanya.
Baca Juga: OIKN Siapkan Lahan 225 Hektare, Tantang Taman Safari Indonesia Bangun Destinasi Wisata di IKN
Ia menilai tantangan terbesar pengembangan pariwisata Kaltim saat ini masih berada pada aksesibilitas dan promosi. Wisatawan yang datang ke IKN, kata dia, diharapkan tidak hanya berkunjung lalu kembali pulang, tetapi juga melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Kaltim.
"Kita berharap ada promosi yang lebih masif berbasis digital sehingga orang setelah dari IKN melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Kaltim," ucapnya. Selain promosi, akses menuju destinasi wisata juga perlu diperkuat. Menurutnya, sejumlah objek wisata unggulan masih membutuhkan waktu tempuh yang panjang sehingga mengurangi minat wisatawan.
Muhsin mengungkapkan OIKN telah menyusun profil investasi pariwisata bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Dokumen tersebut tidak hanya menawarkan peluang investasi di kawasan IKN, tetapi juga di Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan daerah penyangga lainnya.
"Kalau ada investor masuk ke Kaltim, yang ditawarkan bukan hanya IKN, tetapi juga destinasi di daerah sekitarnya. Jadi kita harus berkolaborasi," tambahnya. Senada, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal menekankan pengembangan pariwisata harus dilakukan secara terintegrasi.
Menurutnya, keberhasilan sektor ini tidak hanya bergantung pada destinasi, tetapi juga sinergi lintas daerah dan dukungan berbagai pemangku kepentingan. "Kita harus membangun pariwisata secara terintegrasi sehingga wisatawan yang datang ke Kaltim memiliki banyak pilihan destinasi dan lama tinggalnya semakin panjang," katanya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki