KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Pemprov Kalimantan Timur resmi memberikan pengelolaan Mal Lembuswana kepada PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KMBS), Jumat (7/8). Direktur Utama PT KMBS, Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim menyebut, fokus utama pihaknya setelah menerima pengelolaan Mal Lembuswana adalah menjaga keberlangsungan tenant yang saat ini masih beroperasi.
MBS mendapat penugasan dari Pemprov Kaltim untuk mengelola Mal Lembuswana selama satu tahun dan dapat diperpanjang hingga investor baru ditemukan. "Kami baru menerima aset hari ini, tetapi beberapa bulan sebelumnya sudah melakukan survei, berkomunikasi dengan tenant existing, serta memetakan kelebihan dan kekurangan mal ini," kata Abid.
Menurutnya, saat ini MBS masih menjaring aspirasi para penyewa sekaligus mengukur minat mereka untuk melanjutkan kerja sama. Respons tenant dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan arah pengelolaan mal ke depan.
Abid mengakui Mal Lembuswana yang telah beroperasi sekitar 30 tahun memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi. Namun, dalam tahap awal, MBS lebih memprioritaskan penataan hubungan dengan tenant existing dibanding melakukan perubahan fisik secara besar-besaran.
Baca Juga: Revitalisasi Mal Lembuswana, Pemprov Kaltim Siapkan Insentif Tenant Lama dan Usul Lapangan Padel
"Kami sudah menyusun skema harga sewa dan service charge. Saat ini tinggal menunggu respons dari tenant terkait besaran tarif yang kami tawarkan," ujarnya. Ia menjelaskan, seluruh pendapatan dan pengeluaran Mal Lembuswana nantinya akan dipisahkan dari unit usaha lain yang dimiliki MBS. Skema tersebut diterapkan karena pengelolaan mal merupakan penugasan khusus dari pemerintah daerah.
"Semua pemasukan dari mal akan digunakan untuk operasional mal. Tidak akan dipakai untuk bisnis MBS yang lain," katanya. Dalam pengelolaannya, MBS juga tidak menggandeng operator eksternal. Perusahaan pelat merah daerah itu memilih membentuk tim profesional sendiri untuk menjalankan operasional mal.
Terkait rencana revitalisasi, Abid menyebut langkah tersebut tetap masuk dalam kajian. Namun saat ini prioritas utama adalah mempertahankan tenant yang sudah ada. Menurutnya, tenant existing akan mendapat prioritas apabila nantinya investor baru masuk dan dilakukan pembangunan ulang kawasan mal.
"Kami berharap mereka tetap bertahan. Kalau nanti ada investor baru dan dilakukan pembangunan kembali, tenant existing tetap menjadi prioritas untuk mengisi ruang usaha yang tersedia," ucapnya.
Abid juga membuka peluang pemberian insentif bagi tenant lama melalui mekanisme negosiasi. Meski begitu, penentuan tarif sewa dan service charge harus mengikuti aturan pengelolaan aset daerah. MBS, lanjut dia, telah menggunakan jasa Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menentukan nilai sewa yang sesuai ketentuan.
Baca Juga: Bakal Dirombak Jadi Kawasan Terpadu, Ketua DPRD Kaltim Wacanakan Hotel Bintang 4 di Mal Lembuswana
Selain itu, perusahaan juga mulai menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia. Posisi general manager dan sejumlah manajer disebut telah terisi, sementara rekrutmen untuk petugas kebersihan dan keamanan masih berlangsung. "Mereka yang sebelumnya bekerja di Mal Lembuswana juga dipersilakan mendaftar. Justru mereka punya kelebihan karena sudah memahami kondisi mal ini," katanya.
Di sisi lain, Abid mengungkapkan, MBS mendapat target untuk menjaga produktivitas aset sekaligus menyiapkan proses pencarian investor baru. Salah satu skema yang disiapkan adalah melalui beauty contest guna mendapatkan investor yang akan mengembangkan Mal Lembuswana ke depan.
Menurut dia, tantangan terbesar bukan mencari investor, melainkan menjaga tenant existing dan menarik tenant baru di tengah masa transisi pengelolaan yang hanya berdurasi satu tahun.
"Investor bisa dicari. Yang lebih sulit adalah mempertahankan tenant existing dan menggaet tenant baru, karena mereka biasanya menginginkan kepastian kontrak jangka panjang," tutupnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki