KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Perjalanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan Ankara, Turki, setelah menghadiri KTT NATO menjadi sorotan. Trump disebut menjalani prosedur pengamanan khusus sebelum bertolak menuju Inggris.
Di tengah keberangkatan yang disaksikan awak media, Trump awalnya terlihat menggunakan Air Force One. Namun, presiden AS itu ternyata tidak langsung terbang dengan pesawat tersebut.
Trump disebut dipindahkan secara diam-diam menuju pesawat C-32A melalui truk katering bandara. Pergantian moda transportasi itu dilakukan tanpa diketahui sebagian staf Gedung Putih maupun wartawan yang mengikuti perjalanan presiden.
Baca Juga: KH Anwar Zahid Ungkap Detik-Detik Alphard Ditabrak Truk Trailer di Bojonegoro
Langkah tersebut dikaitkan dengan meningkatnya ancaman keamanan terhadap Trump. Laporan media AS menyebut adanya kekhawatiran terhadap keselamatan presiden setelah muncul ancaman pembunuhan yang dikaitkan dengan Iran.
Sebelumnya, Trump memang sempat mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan Ankara menggunakan Air Force One lama. Pesawat itu dijadwalkan membawanya menuju RAF Mildenhall di Inggris.
Namun, rencana tersebut berubah dalam perjalanan. Trump kemudian diterbangkan lebih dahulu menggunakan C-32A, sementara Air Force One lama tetap membawa rombongan media.
Perbedaan waktu kedatangan kedua pesawat semakin memperkuat dugaan adanya operasi pengelabuan. C-32A yang membawa Trump disebut tiba di Inggris lebih dahulu sebelum pesawat yang ditumpangi rombongan wartawan.
Situasi keamanan juga terlihat dari instruksi kepada awak media. Para wartawan diminta menutup tirai jendela kabin pers selama penerbangan.
Gedung Putih kemudian mengakui bahwa terdapat ancaman terhadap Trump. Pemerintah AS menyatakan berbagai prosedur keamanan digunakan untuk menghadapi potensi ancaman terhadap presiden dan para pejabat yang mendampinginya.
C-32A sendiri merupakan salah satu pesawat yang digunakan dalam perjalanan pejabat senior pemerintah AS. Pesawat tersebut dipilih dalam situasi ketika keamanan dan kerahasiaan pergerakan presiden menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Asap Karhutla Kalimantan Terdorong Angin ke Sarawak, 9 Wilayah Malaysia Diselimuti Kabut
Peristiwa ini terjadi ketika Trump menghadiri KTT NATO di Ankara. Setelah agenda tersebut berakhir, perjalanan Trump menuju Inggris justru diwarnai manuver keamanan yang tidak biasa.
Sementara itu, pesawat Boeing 747 yang sebelumnya digunakan Trump dalam perjalanan ke Turki merupakan pesawat hibah dari Qatar. Pesawat tersebut tengah dipersiapkan untuk menjalankan fungsi sebagai pesawat kepresidenan sementara.
Editor : Uways Alqadrie