Kemarau Panjang, Perumda Tirta Kencana Samarinda Waspadai Intrusi Air Laut

Denny Saputra • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:44 WIB
KRUSIAL: Perumda Tirta Kencana rutin mengecek kondisi intrusi air laut, seiring kemarau berkepanjangan yang melanda Kaltim, khususnya berdampak pada sumber air baku warga Kota Samarinda yaitu Sungai Mahakam. DOK/KP
KRUSIAL: Perumda Tirta Kencana rutin mengecek kondisi intrusi air laut, seiring kemarau berkepanjangan yang melanda Kaltim, khususnya berdampak pada sumber air baku warga Kota Samarinda yaitu Sungai Mahakam. DOK/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Musim kemarau yang masih melanda sejumlah wilayah Kalimantan Timur membuat Perumda Tirta Kencana Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi air baku.

Sungai Mahakam yang menjadi salah satu sumber utama air baku mulai mengalami penurunan muka air. Meski 21 instalasi pengolahan air (IPA) masih berproduksi normal, kondisi pada 22 Agustus mendatang dinilai menjadi momentum krusial jika hujan belum juga turun, terutama di wilayah hulu Mahakam.

Direktur Teknik Perumda Tirta Kencana Samarinda Kaharuddin mengatakan, kondisi air baku di sejumlah IPA saat ini masih dalam batas aman untuk produksi air bersih. Pemantauan dilakukan secara berkala, terutama terhadap kadar klorida pada IPA yang berada dekat dengan muara Sungai Mahakam.

Baca Juga: TPI Harapan Baru Dibuka 18 Agustus, Pengelolaan Masih Terkendala SDM

“Untuk wilayah Samarinda, saat ini IPA yang dekat muara meliputi IPA Bantuas, IPA Pulau Atas dan IPA Palaran. Kadar klorida masih antara 2,5 sampai 5 ppm, status produksi masih aman,” ujarnya, Minggu (16/8).

Dia menjelaskan, informasi mengenai air laut yang disebut-sebut mulai merangsek ke wilayah perairan Mahakam juga sempat beredar melalui sejumlah grup WhatsApp.

Namun informasi tersebut berkaitan dengan wilayah desa dan RT di sekitar muara Sungai Mahakam, khususnya Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara. “Di daerah Anggana, saat air pasang, salah satu IPA sempat off sebentar. Namun saat air surut, IPA produksi kembali,” jelasnya.

Dia menyebut, kondisi serupa juga dipantau di wilayah Pendingin, Kutai Kartanegara. Kadar klorida di wilayah tersebut tercatat sekitar 100 ppm dan IPA masih beroperasi.

Baca Juga: Teras Samarinda Tahap II Dikebut, Peresmian Ditarget 29 Agustus

Adapun ambang batas tertinggi kadar klorida yang menjadi perhatian Perumda mencapai 250 ppm. “Kami berkoordinasi juga dengan tim di lapangan melakukan pengecekan berkala,” sebutnya.

Dia menerangkan, potensi peningkatan kadar klorida di Samarinda dapat terjadi apabila tidak ada hujan hingga 22 Agustus. Ketika kondisi pasang diperkirakan mencapai titik tertinggi.

“Jika tidak ada hujan sampai tanggal 22 Agustus, ada kemungkinan kenaikan sampai di atas ambang batas pada IPA terdekat ke muara Sungai Mahakam,” terangnya.

Dia menambahkan, Perumda akan menyampaikan informasi dan langkah antisipasi sebelum tanggal tersebut. Masyarakat juga diminta tetap tenang, menghemat penggunaan air dan, jika memungkinkan, menampung air untuk kebutuhan sementara.

“Bersama berdoa agar segera ada hujan di hulu Sungai Mahakam dan di Kota Samarinda,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
kemarau Samarinda intrusi air laut Samarinda air baku Samarinda Perumda Tirta Kencana Samarinda sungai mahakam