KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Warga Kalimantan Timur berpeluang tak perlu lagi bepergian jauh ke luar daerah untuk mendapatkan layanan bayi tabung. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka peluang pengembangan layanan tersebut di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis).
Peluang itu muncul setelah Wali Kota Samarinda Andi Harun meresmikan Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSUD IA Moeis bersama sejumlah fasilitas kesehatan lainnya, Senin (31/8).
Andi Harun mengatakan, fasilitas RSIA IA Moeis saat ini cukup lengkap dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi layanan bayi tabung. Pengembangan tersebut masih membutuhkan tambahan fasilitas medis dengan estimasi anggaran sekitar Rp10 miliar hingga Rp12 miliar.
Ia pun meminta jajaran terkait segera menyiapkan proposal untuk melihat kemungkinan realisasinya pada tahun depan. "Siapa tahu tahun depan kita memiliki kemampuan untuk mengadakan itu. Di Kalimantan ini cuma di Kalimantan Barat yang punya. Syukur-syukur kalau tahun depan kita sudah bisa mengadakan alatnya," ujar Andi Harun.
Baca Juga: Dokter RSUD IA Moeis Disanksi, Andi Harun Minta Inspektorat Periksa Pelanggaran
Jika terealisasi, layanan tersebut diharapkan menjadi salah satu fasilitas kesehatan unggulan di Kaltim. Masyarakat pun tidak perlu lagi bepergian ke luar daerah untuk mendapatkan layanan bayi tabung. "Jadi, warga Kaltim tidak perlu jauh-jauh, cukup datang ke Rumah Sakit IA Moeis," katanya.
Selain Gedung KIA, Pemkot Samarinda turut meresmikan Gedung Cathlab Jantung RSUD IA Moeis. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan rujukan di Kota Tepian.
Dalam agenda yang sama, Andi Harun meresmikan empat puskesmas hasil transformasi, yakni Puskesmas Harapan Baru, Sungai Kapih, Bantuas, dan Mangkupalas. Ia menyebut transformasi tersebut tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga kualitas pelayanan dan kelengkapan fasilitas.
Khusus Puskesmas Harapan Baru, Andi Harun menyebut fasilitas tersebut berhasil meraih akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan. Predikat tersebut merupakan tingkat akreditasi tertinggi untuk puskesmas. "Yang tadinya puskesmas ini sama sekali kurang layak, setelah kita melakukan transformasi bukan naik satu dua tingkat, tapi langsung mendapatkan akreditasi paripurna. Itu akreditasi paling tinggi di bidang puskesmas," tegasnya.
Sementara tiga puskesmas lainnya juga telah bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan yang lebih modern dengan pelayanan lebih baik dan prima serta didukung fasilitas yang lebih memadai.
Baca Juga: SDM Diperkuat, RSUD IA Moeis Tambah Dokter Spesialis
Peresmian sejumlah fasilitas kesehatan tersebut sengaja dilakukan dalam satu agenda. Langkah itu menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran di tengah keterbatasan fiskal daerah. "Kalau masing-masing atau satu-satu, selain berbiaya mahal, kita di masa efisiensi. Akhirnya kita simpulkan agar efisien dipusatkan peresmiannya," jelasnya.
Selain fasilitas pelayanan medis, Pemkot Samarinda turut meresmikan Gedung Gizi RSUD IA Moeis. Fasilitas tersebut digunakan untuk mengelola kebutuhan nutrisi pasien di rumah sakit.
Menurut Andi Harun, asupan nutrisi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pasien. Kebutuhan makanan harus disesuaikan dengan kondisi pasien, terukur, sekaligus memenuhi standar higienis.
Pemkot Samarinda juga meresmikan Gedung Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Samarinda sebagai bagian dari penguatan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. AH menegaskan, pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan tetap dapat dilakukan meski pemerintah daerah menerapkan efisiensi anggaran secara ketat.
Baca Juga: Gaji PPPK Dialihkan ke APBN! DPRD Kaltim: Daerah Berterima Kasih Beban APBD Berkurang
Menurutnya, efisiensi tidak berarti menghentikan belanja, melainkan mengurangi pengeluaran yang tidak prioritas. "Kalau kita berhemat dan melakukan efisiensi dengan benar, kegiatan mandatory yang sifatnya layanan publik tetap bisa dilaksanakan. Kota Samarinda memberi contoh untuk itu," ujarnya.
Penghematan dari sejumlah pos belanja, termasuk perjalanan dinas serta makan dan minum, dapat dialihkan untuk kebutuhan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. "Efisiensi bukan berarti berhenti belanja, tetapi mengurangi belanja yang tidak penting dan tidak prioritas agar anggarannya bisa dialihkan untuk kebutuhan rakyat," pungkasnya.
AH berharap seluruh fasilitas kesehatan yang telah diresmikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Kota Samarinda dan Kalimantan Timur. (riz)
Editor : Muhammad Rizki