KALTIMPOST.ID-Pemerataan dokter spesialis masih menjadi perhatian Pemerintah Kaltim, terutama untuk wilayah dengan akses dan kondisi geografis yang lebih menantang.
Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim tahun ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8,5 miliar untuk tambahan pendapatan atau insentif dokter spesialis yang bersedia bertugas di kabupaten/kota di Kaltim.
Kepala Diskes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis, baik pada fasilitas kesehatan tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Baca Juga: 11 Tahun Buron, Kontraktor Kasus Korupsi Bandara Melalan Kubar Akhirnya Ditangkap di Sulawesi
“Tahun ini untuk dokter spesialis, kita sudah memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp 8,5 miliar,” kata Jaya kepada Kaltim Post, Selasa (1/9).
Besaran insentif yang diterima setiap dokter tidak sama. Nilainya berkisar Rp 17 juta hingga Rp 30 juta per bulan, disesuaikan dengan lokasi penempatan serta beban tugas.
Dokter spesialis yang ditempatkan di daerah dengan kondisi geografis dan akses lebih menantang mendapatkan insentif lebih besar.
Di Mahakam Ulu (Mahulu), misalnya, insentif bagi dokter spesialis dapat mencapai sekitar Rp 30 juta per bulan.
Sementara dokter spesialis yang bertugas di Samarinda menerima insentif berkisar Rp 17 juta hingga Rp 24 juta per bulan.
“Untuk Samarinda ada yang sekitar Rp 17 juta sampai Rp 24 juta, bergantung tugasnya. Misalnya dokter spesialis yang bertugas di IGD atau yang berjaga, besarannya berbeda dengan dokter spesialis yang bertugas di poli,” jelasnya.
Jaya mengatakan, perbedaan nilai insentif menjadi bagian dari penyesuaian terhadap lokasi dan tanggung jawab masing-masing dokter.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi instrumen pemerintah untuk mendorong pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke daerah.
Baca Juga: Motif Penikaman Maut di SPBU KM 4 Balikpapan Terungkap, Korban dan Tersangka Tak Saling Kenal
Menurut Jaya, peningkatan fasilitas kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun rumah sakit atau menyediakan peralatan medis.
Ketersediaan sumber daya manusia, termasuk dokter spesialis, menjadi bagian penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat memberikan pelayanan secara optimal.
Karena itu, insentif diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi dokter spesialis untuk bersedia ditempatkan di berbagai wilayah Kaltim, terutama daerah yang masih memerlukan tambahan tenaga medis. (rd)
Editor : Romdani.