KALTIMPOST.ID-Panjang antrean juga menjadi perhatian pedagang di sekitar SPBU. Yati, pedagang nasi goreng, mengaku bersyukur lapaknya berada di sisi jalan yang berlawanan dari barisan kendaraan.
Menurut Yati, jika lapaknya berada di sisi jalan yang dipenuhi kendaraan mengantre, pembeli bisa kesulitan untuk mampir.
“Ya untungnya saya jualan enggak di seberang, bisa enggak laku jualan saya. Antreannya ngeri betul,” ujar Yati, Sabtu (5/9).
Meski begitu, Yati mengatakan antrean kendaraan sejauh ini belum berdampak terhadap penjualannya.
Baca Juga: Aturan Pembelian BBM Bersubsidi di SPBU di Balikpapan Berubah, Ini Poin Perubahannya…
Ia juga tidak melihat pengendara yang mengantre turun dari kendaraan untuk menyempatkan makan. “Ya kalau sampai turun buat menyempatkan makan, enggak ada sih,” katanya.
Pemandangan antrean panjang itu juga terlihat pada pagi hari. Udin, pedagang nasi goreng yang berjualan di Kelurahan Damai Bahagia, mengatakan antrean kendaraan hampir selalu terlihat ketika dirinya berbelanja keperluan bahan di Pasar Pandansari.
“Ya memang benar pagi, antrean rame. Saya hampir setiap belanja lihat antrean sampai keluar arah jembatan,” ujar Udin.
Menurut Udin, antrean kendaraan roda dua bahkan memanjang hingga arah jembatan di sekitar RT 037 tepatnya jembatan di Jalan Karang Anyar belakang SPBU.
Ia memperkirakan panjang barisan tersebut mencapai sekitar 500 meter. “Sekitar 500 meter panjangnya,” katanya.
Sementara kendaraan roda empat, kata Udin, mengular di bahu jalan sekitar SPBU. Pada malam hari, antrean juga masih terlihat.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Ancam Kaltim, Pakar Ingatkan Jangan Tunggu Rumah Sakit Penuh Baru Bertindak
Kendaraan roda dua hingga roda empat mengantre untuk mendapatkan BBM, dengan barisan didominasi angkutan kota.
Khusus kendaraan roda empat, antrean menjalar hingga bahu jalan dengan panjang sekitar 200 meter.
Panjang antrean tersebut membuat aktivitas di sekitar SPBU ikut diwarnai kepadatan kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM.
Di satu sisi, Balikpapan dikenal sebagai Kota Minyak. Namun di sisi lain, kendaraan warga justru harus mengular ratusan meter dan menghabiskan waktu hanya untuk mendapatkan BBM. (rd)
Editor : Romdani.