KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Rencana pemberian telepon seluler (HP) gratis bagi masyarakat Indonesia belum memasuki tahap keputusan. Pemerintah masih perlu membahas skema pelaksanaan, kebutuhan anggaran, hingga pihak yang akan bertanggung jawab menjalankan program tersebut.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo mengatakan, anggaran untuk pembukaan rekening baru bagi masyarakat telah tersedia. Namun, pendanaan untuk pengadaan HP masih menunggu pembahasan lebih lanjut.
Menurut Dradjad, pemerintah belum menetapkan mekanisme pelaksanaan program tersebut. Kepastian mengenai sumber pembiayaan, pengadaan perangkat, serta waktu realisasi juga belum dapat disampaikan.
Baca Juga: Martha Tilaar Meninggal Dunia: Perjalanan 56 Tahun Membangun Sariayu, Bermodal Rp1 Juta
Ia pun belum memastikan apakah pembagian HP gratis dapat dilaksanakan pada tahun ini. Pemerintah, kata dia, akan menyampaikan perkembangan setelah pembahasan dilakukan.
Di sisi lain, program pembukaan rekening baru telah memiliki sasaran awal. Pemerintah memprioritaskan masyarakat yang masuk kelompok desil 1 dan desil 4, dengan target sekitar 25,1 juta penduduk berusia di atas 17 tahun.
Kelompok desil digunakan untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan. Penentuan sasaran tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program agar layanan keuangan dapat menjangkau kelompok yang dituju.
Sebelumnya, Utusan Presiden Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan rencana pemberian HP gratis yang akan dihubungkan dengan rekening masyarakat. Rekening tersebut direncanakan menjadi sarana penyaluran bantuan sosial.
Baca Juga: Siswi SMA di Banyuwangi Hamil: Diperkosa di Musala, Marbot Berusia 63 Tahun Jadi Tersangka
Dalam rencana awal yang disampaikan sebelumnya, pemerintah juga berencana membuka rekening gratis bagi masyarakat berusia 17 tahun serta memberikan saldo awal Rp50 ribu.
Anggaran program pembukaan rekening ketika itu disebut mencapai Rp3,8 triliun, dengan target pelaksanaan mulai tahun depan.
Editor : Uways Alqadrie