DI Danau Moko terdapat seekor penyu yang sangat bersahabat dengan manusia. Penyu tua berwarna kecokelatan itu berukuran besar, banyak mengenalnya dengan nama Lalah Bento.
Itu yang menjadi sorotan setiap pengunjung yang datang selain hal unik lainnya yang dimiliki Danau Moko.
Bila sedang berenang, penyu itu bahkan ikut menemani berenang. Jadi pengunjung bisa merasakan sensasi berenang bersama penyu.
Sebenarnya selain penyu, di Danau Moko juga terdapat ikan kecil seperti di akuarium yang siap temani saat berenang. Namun, tetap saja Si Lalah Bento primadonanya.
Menurut warga sekitar, untuk bisa berkenalan dengan penyu itu cukup menepuk permukaan danau, penyu akan muncul ke permukaan.
Penyu itu berasal dari laut yang dekat dengan Danau Moko, dan bukan hanya satu penyu, dulu danau itu memiliki dua penyu, namun satu telah mati.
Penyebabnya karena ulah pengunjung yang tidak bertanggung jawab, ada yang bilang karena sering disentuh para wisatawan, dan ada juga diduga menelan permen karet pengunjung.
Apa pun itu penyebabnya, mari jadi pengunjung yang tetap menjaga kelestarian guna keberlangsungan mahluk hidup di danau tersebut.
Setelah mendengar kisah hilangnya teman Si Lalah Bento, berniat melakukan tepukan unik.
Ketika sedang berenang, Si Lalah Bento melintas dan muncul sendirinya di permukaan seperti menyapa.
Benar kata warga, sikapnya ramah, dengan hadirnya saja saya cukup senang dan melihat Si Lalah Bento melintas bebas tanpa harus terganggu tangan jahil para pengunjung.
Meski sudah di pelupuk mata, saya mengurungkan niat untuk berswafoto, cukup saya peluk keramahannya tanpa harus mengganggunya dan tersenyum berharap penyu itu tetap selalu ada.
Penulis
Sultan Musa
Traveller dan Penulis Buku
Editor : Dwi Restu A