KALTIMPOST.ID, Kalau kamu warga Balikpapan, pasti tidak asing dengan nama Hutan Lindung Sungai Wain atau HLSW. Hutan ini bukan cuma tempat jalan-jalan atau lokasi penelitian, tapi juga rumah bagi satwa langka seperti bekantan dan beruang madu.
Namun, ada satu fakta unik yang membuatnya istimewa: HLSW dikenal sebagai hutan dipterokarpa. Dipterokarpa? Yuk kita kenal lebih dekat!
Apa Itu Hutan Dipterokarpa?
Singkatnya, hutan dipterokarpa adalah hutan yang didominasi oleh pohon-pohon raksasa dari keluarga Dipterocarpaceae. Pohon-pohon ini adalah pilar utama hutan tropis Asia Tenggara. Mereka tumbuh sangat tinggi menjulang, punya daun rindang, dan memiliki buah unik berbentuk bersayap.
Di Kalimantan, termasuk Balikpapan, pohon-pohon dipterokarpa ini tidak hanya ada—tapi benar-benar mendominasi ekosistem hutan.
HLSW: Rumah bagi Meranti, Bangkirai, dan Kerabatnya
Di dalam kawasan HLSW, kamu bisa menemukan banyak jenis pohon dari famili Dipterocarpaceae, seperti Meranti, Bangkirai, dan Tengkawang. Pohon-pohon ini bisa tumbuh hingga puluhan meter, membentuk kanopi hutan yang jadi tempat hidup berbagai satwa liar.
Salah satu ciri khasnya adalah buah bersayap yang jatuh berputar seperti baling-baling. Ini bukan sekadar pemandangan keren, tapi juga bagian dari strategi alami untuk menyebarkan biji lewat angin, memastikan generasi pohon baru terus tumbuh.
Fenomena Langka: Mast Fruiting
Hutan Dipterokarpa juga terkenal karena fenomena mast fruiting, yaitu saat semua pohon berbuah serentak dalam satu musim.
Ini biasanya hanya terjadi setiap beberapa tahun sekali. Ketika fenomena ini terjadi, lantai hutan akan dipenuhi oleh buah-buah bersayap yang jatuh dan siap tumbuh menjadi pohon baru.
Fenomena langka ini juga bisa kamu saksikan di HLSW kalau kamu beruntung.
Ikut Jaga HLSW
Disebut sebagai hutan dipterokarpa bukan cuma soal nama ilmiah. Ini menunjukkan bahwa HLSW adalah salah satu kawasan hutan tropis yang paling kaya keanekaragaman hayatinya—dan paling rentan jika tidak dijaga.
Menjaga HLSW berarti menjaga:
- Habitat satwa langka seperti bekantan dan beruang madu.
- Keseimbangan iklim lokal.
- Sumber air bersih untuk warga Balikpapan.
- Warisan alam yang sangat langka di dunia.
Jadi, lain kali kamu ke HLSW, coba perhatikan pohon-pohon tinggi yang menjulang di atas kepala. Siapa tahu kamu sedang berdiri di bawah pohon meranti raksasa, atau menemukan buah bersayap yang melayang perlahan ke tanah.
Itu bukan sekadar daun gugur biasa, tapi bagian dari siklus kehidupan hutan tropis Balikpapan yang luar biasa. (*)
Editor : Almasrifah