KALTIMPOST.ID, Di sekitar kawasan Taman Sari Yogyakarta, terdapat destinasi unik yang memadukan seni, teknologi, dan kehidupan kampung, yakni Kampoeng Cyber. Kampung wisata ini berlokasi tak jauh dari pintu masuk Taman Sari, sehingga mudah dijangkau dengan berjalan kaki oleh wisatawan.
Kampoeng Cyber dikenal sebagai kampung kreatif yang dipenuhi lukisan mural berwarna-warni di dinding rumah dan gang-gang sempit. Beragam mural tersebut mengangkat tema budaya Jawa, tokoh wayang, kehidupan masyarakat Yogyakarta, hingga pesan sosial yang dikemas secara visual dan modern.
Selain identik dengan seni mural, Kampoeng Cyber juga dikenal karena pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan warga. Kampung ini pernah menjadi sorotan karena hampir seluruh warganya terhubung dengan jaringan internet, menjadikannya simbol adaptasi masyarakat lokal terhadap perkembangan digital tanpa meninggalkan nilai budaya.
Letaknya yang berdampingan dengan kawasan wisata sejarah membuat Kampoeng Cyber sering menjadi destinasi pelengkap bagi wisatawan setelah berkunjung ke Taman Sari. Banyak pengunjung memanfaatkan kampung ini sebagai spot foto Instagramable, terutama saat musim liburan ketika jumlah wisatawan meningkat.
Meski ramai dikunjungi, suasana Kampoeng Cyber tetap terasa akrab dan bersahabat. Aktivitas warga berjalan seperti biasa, sementara wisatawan dapat menikmati suasana kampung yang tertata rapi dan penuh warna. Beberapa warga juga menyediakan suvenir sederhana dan jasa foto bagi pengunjung.
Baca Juga: Catat! Jadwal Libur Lebaran 2026 Resmi Ditetapkan, Total 7 Hari Berturut-turut dari Tanggal Ini
Wisatawan diimbau untuk tetap menjaga etika selama berada di Kampoeng Cyber, mengingat kawasan ini merupakan permukiman aktif. Menjaga kebersihan, tidak merusak mural, serta menghormati privasi warga menjadi bagian penting dari kunjungan yang bertanggung jawab.
Dengan konsep unik yang memadukan seni mural, teknologi, dan kehidupan kampung, Kampoeng Cyber Yogyakarta menjadi salah satu destinasi menarik yang melengkapi wisata budaya dan sejarah di kawasan Taman Sari.
Editor : Ilmidza