Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program MBG di Balikpapan Tetap Berlanjut, dari 10 Kini Menjadi 17 SPPG

D
Penulis: Dina Angelina❯
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiati
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiati

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan rapat koordinasi program makan bergizi gratis (MBG) bersama pemerintah daerah. Kegiatan ini tersambung secara daring pada Kamis, 15 Januari 2026.


Advertisement

Rapat ini sekaligus memastikan MBG sebagai program prioritas pemerintah. Sehingga keberlanjutan MBG tetap berjalan di seluruh daerah sesuai arahan pusat. Meski saat ini masih terjadi polemik dari publik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati mengatakan, pihaknya memberikan dukungan terhadap program MBG. Sesuai tupoksi dengan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

Mulai dari proses pembuatan di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) hingga sampai di satuan pendidikan. “Apalagi tahun ini jumlah SPPG sudah mulai banyak penambahan,” katanya kepada Kaltim Post.

Advertisement

Sebagai informasi, sebelumnya Balikpapan hanya memiliki 10 SPPG. Kala itu, MBG resmi berjalan sekitar Februari 2025. Jumlah penerima manfaat juga terbatas hanya 21.496 siswa.

Sedangkan data terbaru, saat ini total sudah mencapai 17 SPPG yang telah beroperasi. Artinya tambahan 7 SPPG baru yang lokasinya tersebar. Sebagian besar mulai beroperasi pada Desember 2025. 

Di antaranya SPPG Balikpapan Timur, SPPG Balikpapan Tengah, SPPG Balikpapan Utara Karang Joang, SPPG Balikpapan Utara Batu Ampar, SPPG Balikpapan Utara Gunung Samarinda 2, SPPG Balikpapan Selatan Gunung Bahagia, dan SPPG Balikpapan Selatan Damai Baru.

Advertisement

Kemudian ada 7 SPPG lagi yang kini statusnya dalam persiapan operasional. “Kami masih melakukan pelatihan kepada petugas SPPG seperti hari ini berlangsung,” tuturnya.

Pihaknya bersama puskesmas perlu melakukan riset kesehatan lingkungan. Selanjutnya pelatihan pangan siap saji bagi penanggung jawab, penjamah makanan, hingga tenaga cuci piring.

“Kami memastikan semua proses pengolahan pangan sudah sesuai dengan standar keamanan pangan,” ucapnya. Lalu menerapkan prinsip dengan hazard analysis dan critical control point (HACCP).

Seluruh titik-titik kritis di dalam proses produksi makanan menjadi perhatian. “Mulai dari pembelian bahan makanan, pencucian bahan, pengolahan, produksi, pendistribusian hingga dimakan oleh siswa,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

 KPB Bagikan Ribuan Masker dan Nebulizer, Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Warga Hadapi Kabut Asap

KPB Bagikan Ribuan Masker dan Nebulizer, Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Warga Hadapi Kabut Asap

Kabut asap kini dirasakan seluruh warga. Sebagai bagian dari kota ini, KPB hadir mendukung layanan kesehatan yang disiapkan pemerintah kota

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Menjadi 6.157 Kasus di Tengah Kabut Asap Karhutla   

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Menjadi 6.157 Kasus di Tengah Kabut Asap Karhutla  

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat penurunan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Oktober 2026.

Diskes Balikpapan Genjot Vaksinasi HPV Tekan Risiko Kanker Leher Rahim   

Diskes Balikpapan Genjot Vaksinasi HPV Tekan Risiko Kanker Leher Rahim  

Dinas Kesehatan Balikpapan menggelar program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dalam rangka memperingati HUT ke-55 Korpri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer