Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Balikpapan Serbu Pasar Murah Saat Harga Beras dan Sembako Terus Naik

D
Penulis: Dina Angelina❯
RAMAI: Warga memilih berbelanja di pasar murah.
RAMAI: Warga memilih berbelanja di pasar murah.

Advertisement

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Operasi pasar murah di Balikpapan menjadi tumpuan warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah tren kenaikan harga pangan. Gerakan Pangan Murah (GPM) berlangsung pada 21-23 Oktober 2026 di Balai Kota Balikpapan.

Sejumlah komoditas strategis, terutama beras dan minyak goreng, menjadi incaran utama masyarakat yang mendatangi kegiatan tersebut pada hari pertama, Rabu (21/10/2026).

Salah seorang pengunjung asal Sepinggan, Lina, mengaku terbantu dengan kehadiran pasar murah ini. Menurutnya, selisih harga komoditas pangan yang ditawarkan cukup meringankan pengeluaran rumah tangga dibandingkan berbelanja di pasar tradisional maupun toko kelontong.

"Ya, lumayan membantu zaman sekarang ini. Harga di pasar rata-rata semakin naik, kalau di sini agak turun sedikit, jadi membantu," kata Lina saat ditemui di lokasi pasar murah.

Ia mencontohkan, harga beras kemasan lima kilogram merek Tiga Mangga di pasar murah dibanderol Rp 85.000. Sementara itu, harga beras serupa di toko eceran luar sudah menyentuh angka lebih dari Rp 90.000.

Advertisement

Selain membeli beras, Lina juga memanfaatkan pasar murah untuk membeli minyak goreng. Ia mengungkapkan kenaikan harga pangan belakangan ini terjadi pada beberapa komoditas dapur lain, seperti cabai rawit, telur ayam, hingga gula pasir.

Meski demikian, Lina menegaskan bahwa beras merupakan komoditas yang paling memberatkan dapur keluarga saat harganya naik. Kenaikan harga beras dirasakannya terjadi nyaris secara bertahap setiap bulan saat ia berbelanja kebutuhan pokok.

"Yang paling dirasakan kenaikannya beras. Setiap bulan beli, kok naik terus. Walaupun memang per kilonya naik sedikit, tetap terasa bagi ibu rumah tangga," tutur Lina.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang berjumlah tiga orang, Lina membutuhkan setidaknya 15 kilogram beras per bulan. Kebutuhan minyak gorengnya mencapai dua liter untuk pemakaian sekitar sepuluh hari hingga satu bulan, tergantung intensitas memasak harian di rumahnya.

"Kalau bisa jangan terus-terusan naik harganya. Kok semakin hari semakin naik di pasar," keluh Lina terkait pergerakan harga kebutuhan pangan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jelang Nataru, Penyaluran Beras SPHP Kaltim Capai 90 Persen

Jelang Nataru, Penyaluran Beras SPHP Kaltim Capai 90 Persen

GPM telah menjangkau tujuh daerah di Kaltim sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

133 Kali Gerakan Pangan Murah Digelar di Kaltim, Beras SPHP Tembus 4.690 Ton

133 Kali Gerakan Pangan Murah Digelar di Kaltim, Beras SPHP Tembus 4.690 Ton

Pemda bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi pasar hingga mendorong kerja sama pasokan untuk meredam potensi lonjakan harga

Beras Murah Rp 60 Ribu di Balikpapan: Lokasi & Jadwal Lengkap

Beras Murah Rp 60 Ribu di Balikpapan: Lokasi & Jadwal Lengkap

Bulog Kaltimtara gelar Gerakan Pangan Murah di Balikpapan. Tersedia beras SPHP Rp60 ribu/5kg untuk jaga stabilitas harga pangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer