BALIKPAPAN- Untuk meningkatkan efisiensi dari penyembelihan kurban terutama sapi, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang diketuai Ir Anggoronadhi D ST MT IPM MRINA memodernisasi cara penyembelihan hewan kurban yang aman berupa alat perebah sapi. Alat ini lebih ergonomis untuk kemandirian dan keselamatan dalam penyelenggara penyembelihan hewan kurban di masjid-masjid di Balikpapan.
Penciptaan alat perebah sapi ini diawali banyaknya kendala proses penyembelihan hewan kurban di Musala Al Muhajirin di Perumahan Villa Permata, Balikpapan pada 2023 lalu. Proses penyembelihan mengalami beberapa tantangan, seperti kurangnya keterampilan warga, penggunaan metode konvensional yang tidak efektif, dan usia lanjut para pelaksana.
Selain itu cara konvensional perebahan hewan kurban dalam penyembelihan yang hanya mengandalkan tenaga manusia memiliki risiko tinggi jika sapi mengamuk, sehingga membahayakan keselamatan orang-orang di sekitar. Apalagi pada 2024 ini, area penyembelihan di Musala Al Muhajirin semakin terbatas.
Menjawab tantangan tersebut, tim Pengmas yakni Ir Anggoronadhi (dosen Teknik Kelautan/JSTPK), Ir Alfian Djafar (dosen Teknik Mesin/ JTIP), Ir Destyariani Liana Putri (dosen Teknik Kelautan/JSTPK), Chandra Suryani R MSc (dosen Teknik Lingkungan/JIKL) dan Alamsyah ST (dosen Teknik Perkapalan/JSTPK) melakukan penelitian sekaligus pembuatan desain alat perebah sapi yang efektif dan mudah digunakan.
Selain itu, tim Pengmas ini melibatkan 10 mahasiswa, masing-masing empat mahasiswa jurusan Teknik Kelautan. Yakni Diva Fahhevi Achmad Aryzal, Azwar Rasyied, Muhammad Abdi Wijaya dan Zalfa Azizah Arifin, juga 5 mahasiswa Teknik Mesin yakni Ageng Margyatno, Giovany Ariella Legowo, Muhammad Naufal Fachrel Ardaffa, Rizal Muhammad Hakiky dan Subhan Syuhada serta 1 mahasiswa jurusan Teknik Material dan Metalurgi Agnar Muktabar Athallah.
Ketua Tim Pengmas Anggoronadhi menjelaskan, untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada, khususnya atas analisis situasi proses penyembelihan hewan kurban di Musala Al Muhajirin diperlukan alat perebah sapi yang dirancang khusus sebagai platform untuk mengikat sapi agar tidak membahayakan sekaligus memudahkan merebahkan sapi dan mobilisasi setelah disembelih.
“Intinya metode yang dulu digunakan untuk merebahkan sapi yang hanya bergantung dengan tali dan tenaga manusia akan kami upgrade,” kata pria yang akrab disapa Anggoro.
Alat perebah sapi ini dirancang khusus untuk dapat memudahkan dan mengamankan proses penyembelihan. Alat ini nanti memiliki beberapa spesifikasi, antara lain cocok digunakan di area yang terbatas, mudah digunakan siapa saja, sapi mudah direbahkan dan mudah dimobilisasi, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki keterampilan khusus dalam merebahkan sapi.
Yang terpenting alat penyembelih efektif dan efisien dalam merebahkan sapi dengan cepat dan aman yang dirancang dengan memperhatikan keselamatan baik bagi warga maupun sapi. “Alat ini terbuat dari bahan yang kokoh dan tahan lama,” tegasnya.
Dijelaskan Anggoro, untuk uraian spesifikasi alat kapasitasnya mampu merebahkan sapi dengan berat hingga 500 kg. menggunakan material dari baja atau galvanis, dilengkapi sistem pengunci untuk keamanan, palang pengaman untuk mencegah sapi terluka ditambah roda untuk memudahkan pemindahan.
“Diharapkan alat perebah ini menjadi terobosan inovatif dan produktif untuk membantu tim penyembelihan hewan kurban, khususnya panitia kurban di masjid-masjid di Balikpapan. Dengan alat ini memudahkan pelaksana dan lebih hemat tenaga” ungkapnya.
Panitia kurban Musala Al Muhajirin menyambut baik alat perebah sapi ini. Mereka sangat terbantu dengan adanya inovasi ini. Inovasi ini merupakan salah satu contoh nyata dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab permasalahan nyata yang terjadi di masyarakat sekitarnya. Tim pengmas LPPM ITK berharap inovasi ini dapat diadopsi lebih banyak komunitas, menjadikan momen Iduladha semakin khidmat dan bermakna. (dwn/ms)
Editor : Ismet Rifani