Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengurangan Sampah 50 Persen di Balikpapan Masih Terjegal, Ini Alasannya

Dina Angelina • Rabu, 10 Desember 2025 | 13:52 WIB
KELOLA SAMPAH: Pemkot Balikpapan meningkatkan fasilitas MRF untuk pengolahan sampah.
KELOLA SAMPAH: Pemkot Balikpapan meningkatkan fasilitas MRF untuk pengolahan sampah.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah pusat memberikan target khusus untuk Balikpapan dalam pengurangan sampah. Setelah berhasil mengurangi sampah hingga 30 persen sesuai RPJMN.

Tahun ini, Balikpapan diminta meningkatkan target pengurangan sampah hingga 50 persen. Sayangnya target ini belum mampu tercapai. Sementara Balikpapan hanya mampu mengurangi sampah 30 persen.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, tentu target ini tidak mudah. Dia mengakui, belum mampu mencapai target yang diminta tersebut.

“Terus terang saja karena gerakan pengurangan sampah 50 persen ini tidak bisa hanya melalui kerja pemerintah daerah,” ungkapnya. Namun perlu peran semua pihak ikut terlibat.

Terutama dari setiap warga Kota Minyak menciptakan gerakan massif pengurangan sampah masuk ke TPA Manggar. “Kalau bicara sampah sebenarnya dari hulu sumber sampah yaitu gerakan masyarakat,” tuturnya.

Sedangkan dari sisi pemerintah mengatur sampah di area tengah dan hilir. Mulai mengumpulkan dan mengangkut sampah sampai TPA. Termasuk menyediakan fasilitas pendukung untuk mengolah sampah.

“Sementara untuk pengurangan sampah harus dari sumber rumah tangga,” ucapnya. Dirman mengimbau masyarakat bisa memulai gerakan pengolahan sampah sederhana dulu.

Hanya dengan dua komponen yaitu memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. “Kita tidak usah bicara seperti di luar negeri pengolahan sampah sampai tujuh item pemilahan,” sebutnya.

Cukup komponen sampah organik yang bisa diolah menjadi kompos dan media tanam. Serta sampah anorganik yang berasal dari kertas hingga plastik yang memiliki nilai ekonomis.

Akhirnya hanya sisa sampah atau residu yang dibuang ke TPA Manggar. “Kalau itu dilakukan bersama masyarakat dengan pemerintah. Insyaallah, pengurangan itu bisa cepat terwujud,” bebernya.

Dia melihat hingga hari ini belum semua masyarakat terlibat dalam pengolahan sampah. Terutama sampah dari sumber rumah tangga. Itu yang menjadi kendala terbesar dalam pengurangan sampah di Balikpapan.

“Jadi target dari 50 persen yang harus dicapai tahun ini belum bisa,” tegasnya. Dia mengajak masyarakat aktif berkontribusi agar mampu menambah target pengurangan sampah 20 persen lagi. (*)

Editor : Duito Susanto
#dinas lingkungan hidup #pengelolaan sampah #pemkot balikpapan #tpa manggar