KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pergantian tahun tinggal menghitung hari. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan melakukan rapat koordinasi akhir tahun. Sekaligus persiapan program kerja yang bakal berjalan pada 2026.
Baik dari Dinas Kesehatan hingga seluruh puskesmas di Balikpapan hadir di Hotel Golden Tulip, Selasa (16/12). Kepala DKK Balikpapan Alwiati menuturkan, pihaknya membahas tentang capaian kinerja Tahun 2025.
Evaluasi mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, realisasi serta pengendalian pengawasan yang sudah berjalan. “Tahun 2025 ini serapan anggaran di atas 75 persen,” katanya.
Alwi mengakui, serapan anggaran sempat mengalami beberapa hambatan. Termasuk sisa lebih penganggaran masih ada sisa-sisa tender dan program lain yang merupakan Silpa.
Seperti Silpa dari pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2025 yang ditanggung Pemkot Balikpapan. Bantuan pemberian iuran BPJS Kesehatan bagi warga tidak mampu ini mencatatkan Silpa sebesar Rp 5,8 miliar.
Tantangan lain, sektor kesehatan harus melalui evaluasi perencanaan Tahun 2026. Alwi menambahkan, pihaknya berupaya melakukan integrasi dan kolaborasi dalam rangka penghematan anggaran.
“Tahun depan cukup berat karena anggaran Dinas Kesehatan termasuk bagian yang mengalami efek pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD),” bebernya.
Selain melakukan pengetatan anggaran, cara lain dengan meningkatkan kerja sama dalam rangka pencapaian target. Apalagi harus tetap mencapai standar pelayanan minimal (SPM) 100 persen.
“Semua kinerja kita juga harus tetap maksimal walaupun dengan anggaran yang ditekan cukup tinggi,” imbuhnya. Dinas Kesehatan Balikpapan mengalami pengurangan anggaran sekitar Rp 64 miliar.
Tersisa anggaran Rp 500 Miliar. Itu pun alokasi anggaran sudah jelas untuk beberapa program prioritas dari wali kota yang tetap berjalan. Seperti pembangunan rumah sakit Balikpapan Timur dan rumah sakit Balikpapan Barat.
“Kemudian untuk pencapaian JKN pembayaran iuran bagi peserta PBPU harus tetap berjalan,” tuturnya. Alokasi anggaran JKN Tahun 2026 sebesar Rp 84,4 miliar sebagai proyeksi untuk 10 bulan. (*)
Editor : Ismet Rifani