Investor Saham Kaltim 2026: Jumlah SID Naik, Transaksi Anjlok


KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Jumlah investor saham di Kalimantan Timur menyentuh angka 190.914 single investor identification (SID) hingga akhir Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 6,28 persen dibanding triwulan sebelumnya, meski nilai transaksi pasar modal justru terkoreksi tajam.
Total transaksi saham di Kaltim sepanjang April hingga Juni 2026 hanya mencapai Rp14,61 triliun. Angka ini merosot signifikan dari capaian triwulan I 2026 yang sempat menembus Rp18,64 triliun.
Baca Juga: Pemkot Samarinda Isyaratkan Cabut Penangguhan Izin RS Korpri, Desain Diminta Direvisi
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara), Misran Pasaribu, membenarkan tren pertumbuhan basis pemodal tersebut. "Minat investasi masyarakat Kalimantan Timur di Pasar Modal tahun 2026 terus meningkat, sejalan dengan peningkatan jumlah investor," kata Misran.
Berdasarkan data historis OJK, tren pertambahan investor saham di Kaltim konsisten mendaki sejak 2025. Jumlah pemodal tercatat sebanyak 144.940 SID pada triwulan III 2025, naik menjadi 162.070 SID pada triwulan IV 2025, kemudian bertambah menjadi 179.630 SID pada triwulan I 2026, hingga mencapai 190.914 SID pada triwulan II 2026.
Baca Juga: Rahasia Padu Padan Baju dengan Teori Warna, Tampil Stylish Tanpa Tren
Namun, laju aktivitas perdagangan saham bergerak fluktuatif dan berbanding terbalik pada periode terakhir. Nilai transaksi yang sempat bertengger di angka Rp8,85 triliun pada triwulan III 2025 sempat melesat ke Rp17,54 triliun pada triwulan IV 2025 dan Rp18,64 triliun pada triwulan I 2026, sebelum akhirnya melemah menjadi Rp14,61 triliun.
Dari sebaran wilayah, Balikpapan dan Samarinda masih menjadi kantong utama pemodal di Kaltim. "Balikpapan mencatat 56.374 SID, sedangkan Samarinda memiliki 52.392 SID," ujar Misran.
Posisi berikutnya ditempati Kutai Kartanegara dengan 22.791 SID, Kutai Timur sebanyak 14.235 SID, dan Bontang 12.972 SID. Sementara itu, Berau membukukan 9.940 SID, Paser 8.599 SID, Penajam Paser Utara 6.713 SID, Kutai Barat 6.452 SID, serta Mahakam Ulu sebanyak 446 SID.
Konsentrasi pemodal yang dominan di Balikpapan dan Samarinda memperlihatkan pemerataan literasi pasar modal masih berpusat di kawasan perkotaan. Di sisi lain, pelemahan nilai transaksi pada triwulan II menjadi cermin bahwa lonjakan pemodal baru belum tentu berbanding lurus dengan keaktifan jual-beli saham.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




