Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menata Distribusi Energi, Menjaga Denyut Ekonomi UMKM 

A
Penulis: Ajie Chandra❯
Kondisi Jalan MT Haryono, Balikpapan, tampak lebih tertib tanpa antrean kendaraan pengisi Pertalite, sehingga akses menuju usaha warga kembali lancar. (Foto: Ajie Chandra)
Kondisi Jalan MT Haryono, Balikpapan, sekarang yang lebih tertib tanpa antrean kendaraan pengisi Pertalite, sehingga akses menuju usaha warga kembali lancar. (Foto: Ajie Chandra)

Advertisement

 

MENATA distribusi energi bukan hanya soal bahan bakar sampai kepada masyarakat, tetapi juga menjaga agar aktivitas ekonomi lainnya tetap berjalan.

Hal itu terlihat  di sekitar SPBU Pertamina 61.761.03 - MT Haryono Balikpapan. Pengaturan waktu pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite membuat antrean lebih tertata, sehingga membuka kembali ruang bagi pelaku UMKM untuk menjalankan usahanya.

Advertisement

Pemerintah Kota Balikpapan memberlakukan aturan baru pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite pada September 2026 melali Surat Edaran (SE) Wali Kota Balikpapan Nomor 500.10.1/2094/E/SETDA. Kebijakan ini salah satunya bertujuan mengurai kemacetan akibat antrean kendaraan di SPBU.

Dalam aturan tersebut, jadwal pengisian BBM Pertalite di SPBU Jalan MT Haryono dan SPBU Sepinggan, untuk kendaraan roda dua (motor), dilayani pukul 06.00 – 22.00 WITA dankKendaraan roda empat (mobil), dilayani pukul 22.00 – 06.00 WITA.

Advertisement

Di SPBU Gunung Guntur, dikhususkan untuk kendaraan roda empat pada pukul 08.00 – 22.00 WITA. Selain itu ada lima SPBU tambahan yang melayani pengisian Pertalite khusus roda dua.

Sebelum aturan tersebut diberlakukan, sejumlah pelaku UMKM di khususnya deretan SPBU Pertamina 61.761.03 - MT Haryono, mengeluh akibat antrean kendaraan roda empat mengisi Pertalite, kerap menutup akses menuju usaha mereka.

Lahan parkir pun tidak ada. Tidak heran, setiap kios memberikan tanda “Batas Antrean BBM” agar usaha mereka tidak terhalang.

Seperti yang disampaikan Novel, pengusaha servis dan konter telepon seluler, tidak jauh dari SPBU 61.761.03 - MT Haryono. Sebelum ada aturan jam untuk pengisian Pertalite, setiap hari di depan lapak usahanya selalu ada roda empat yang mengantre BBM.

“Ya mau bagaimana, kita ini buka usaha tapi ditutup. Pendapatan saya sempat terjun bebas. Pelanggan mau ke tempat saya kesulitan mendapat parkir. Tapi, alhamdulilah, adanya pengaturan jam pengisian roda empat Pertalite, sekarang usaha saya sudah tidak terganggu lagi,” terang saat ditemui di tempat usahanya, Senin (19/10) lalu.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Raih Tujuh Penghargaan Gold INTECHSEA 2026

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Raih Tujuh Penghargaan Gold INTECHSEA 2026

PPN Regional Kalimantan berjaya di INTECHSEA 2026 yang diinisiasi Universitas Hasanuddin (UNHAS). Ajang apresiasi terhadap inovasi.

Pertamina Patra Niaga Bekali KWT Balikpapan Olah Pupuk Organik untuk Ketahanan Pangan

Pertamina Patra Niaga Bekali KWT Balikpapan Olah Pupuk Organik untuk Ketahanan Pangan

Pertamina Patra Niaga melatih KWT Balikpapan membuat pupuk organik guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.

PPN Kalimantan Perkuat Kemandirian Kelompok Tani Binaan AFT Sepinggan

PPN Kalimantan Perkuat Kemandirian Kelompok Tani Binaan AFT Sepinggan

Lewat pembinaan, Pertamina berharap bisa genjot produktivitas pertanian warga sekitar wilayah operasional, dan dorong kemandirian ekonomi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer