KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kompleksitas logistik energi nasional, kolaborasi antara Astra UD Trucks dan PT Patra Logistik menandai langkah penting menuju efisiensi dan keselamatan berbasis teknologi digital.
Kedua perusahaan resmi menandatangani Nota Kesepahaman dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang mencakup layanan pemeliharaan armada dan sistem monitoring digital berbasis data.
Kerja sama ini menempatkan aspek digitalisasi sebagai inti solusi dalam meningkatkan kinerja kendaraan angkutan bahan bakar. Astra UD Trucks akan menyediakan berbagai layanan preventif dan korektif, termasuk layanan darurat setiap hari, pemeliharaan komponen kritikal, serta penggunaan sistem telematik My UD Fleet untuk memantau kondisi armada secara real-time.
"Kolaborasi ini bukan hanya soal perawatan kendaraan, tapi juga soal membangun sistem logistik yang lebih cerdas dan adaptif melalui teknologi," kata Bambang Widjanarko, selaku Chief Operating Officer Astra UD Trucks, Jumat (1/8). Ia menambahkan, pendekatan ini mendukung standar ATPM dan penggunaan data sebagai basis pengambilan keputusan operasional.
Dengan sistem telematik tersebut, Patra Logistik dapat menganalisis perilaku pengemudi, membaca performa kendaraan, hingga merumuskan langkah-langkah pemeliharaan yang lebih presisi dan efisien. Data yang dikumpulkan juga berperan penting dalam mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga kepatuhan terhadap regulasi keselamatan pemerintah.
"Sebagai bagian dari jaringan global UD Trucks, kami membawa praktik terbaik dalam manajemen armada ke Indonesia. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan untuk menghadapi tantangan distribusi energi nasional," terang Vice President Marketing & After Sales Service Director UD Trucks Indonesia Handi Lim.
Bagi PT Patra Logistik, kerja sama ini tidak hanya memperkuat keandalan distribusi BBM, tetapi juga mempercepat transformasi menuju armada modern yang aman dan berkelanjutan. "Dengan dukungan teknologi dan perawatan yang lebih terstruktur, kami ingin Patra Logistik menjadi tulang punggung distribusi energi Indonesia yang andal, efisien, dan aman," ujar Chief Executive Astra UD Trucks Winarto Martono.
Upaya ini menjadi bagian dari respons terhadap tantangan besar sektor logistik di Indonesia, yang menurut data Kementerian Perhubungan, masih menyumbang 23 persen dari PDB, hampir dua kali lipat rata-rata global. Lebih dari 35 persen kecelakaan kendaraan berat juga disebabkan oleh masalah teknis dan minimnya perawatan berkala.
"Transformasi logistik berbasis teknologi kini bukan lagi sekadar pembaruan sistem, tetapi fondasi untuk menjaga keberlangsungan distribusi energi nasional," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo