Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pupuk Indonesia Jamin Pasokan Pupuk Subsidi Berkelanjutan dan Tepat Sasaran

Dina Angelina • Selasa, 30 Desember 2025 | 20:09 WIB
SIAP DISALURKAN: Stok Pupuk Kaltim per Oktober 2025 tercatat mencapai 161.993 ton, terdiri dari 112.035 ton Urea, 35.756 ton NPK dan 14.202 ton NPK Kakao.
SIAP DISALURKAN: Stok Pupuk Kaltim per Oktober 2025 tercatat mencapai 161.993 ton, terdiri dari 112.035 ton Urea, 35.756 ton NPK dan 14.202 ton NPK Kakao.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pupuk Indonesia Holding Company siap mendukung penyediaan pupuk subsidi. Termasuk dari PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menjamin kesiapan stok musim tanam Oktober 2025 - Maret 2026.

Stok pupuk perseroan tercatat mencapai 161.993 ton per 22 Oktober 2025. Rinciannya 112.035 ton Urea, 35.756 ton NPK, dan 14.202 ton NPK Kakao. Mereka memastikan stok tersedia di gudang dan siap disalurkan.

Direktur Operasi Pupuk Kaltim F. Purwanto mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh mendukung keberhasilan musim tanam. Tentu melalui ketersediaan stok pupuk bagi petani.

“Ini bagian dari kontribusi Pupuk Kaltim memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pasokan pupuk yang andal dan berkelanjutan,” katanya. Serta peran strategi dalam merealisasikan penyediaan pupuk subsidi.

Sesuai mandat yang diberikan oleh Pupuk Indonesia. Tahun 2025, Pupuk Kaltim mendapatkan penugasan penyediaan produksi pupuk subsidi sebanyak 1.139.021 ton Urea, 370.742 ton NPK, dan 147.798 ton NPK Kakao.

Serta mandat penyediaan pupuk subsidi sesuai target pemerintah 9,55 juta ton pada 2025. “Komitmen nyata perusahaan memastikan ketersediaan pupuk harga terjangkau untuk petani,” tuturnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan, penyaluran pupuk subsidi berjalan lancar hingga kuartal IV 2025. Pihaknya menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 6.143.650 ton per 19 Oktober 2025. “Ini mencapai 64 persen dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton,” ujarnya. Tercatat peningkatan 10 persen jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada 2024.

Serta meningkat 23 persen dengan capaian periode yang sama Tahun 2023. Kelancaran penyaluran pupuk subsidi dan berbagai kebijakan di sektor pangan mendorong produktivitas pertanian nasional.

Pupuk Indonesia siap memperkuat dukungan pada pemerintah untuk mewujudkan visi swasembada pangan. “Fokus memastikan ketersediaan pupuk subsidi hingga di gudang pengecer,” sebutnya.

Harapannya petani semakin mudah menebus pupuk subsidi pada musim tanam. Wujud nyata dukungan Pupuk Indonesia dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional. “Seperti penyediaan pupuk berkualitas untuk menjaga kedaulatan pangan Indonesia,” tuturnya.

VP Komunikasi Korporat Pupuk Kaltim Anggono Wijaya menjelaskan, mulai 2025 penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani dikelola melalui sistem distribusi terpusat oleh PT Pupuk Indonesia sebagai holding. “Dalam skema ini, Pupuk Kaltim berperan sebagai produsen yang menjalankan penugasan produksi sesuai mandat holding dan alokasi yang ditetapkan pemerintah,” bebernya.

Selanjutnya pupuk disalurkan secara nasional hingga ke Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kini PPTS terdiri dari empat entitas. Di antaranya kios pengecer, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), dan koperasi. Pihaknya memastikan penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran dan sesuai ketentuan.

“Karena seluruh proses distribusi hingga ke PPTS sudah dapat dipantau secara real-time melalui Command Center oleh Pupuk Indonesia,” bebernya. Kemudian di tingkat PPTS, petani dapat menebus pupuk subsidi melalui aplikasi i-Pubers. Mekanisme yang dilakukan juga sederhana. Bahkan cukup menggunakan KTP melalui pemanfaatan sistem digital

“Bagian dari upaya berkelanjutan Pupuk Indonesia dalam tata kelola distribusi pupuk agar lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh petani,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pupuk indonesia #pupuk subsidi #pupuk kaltim #stok #musim tanam #pasokan pupuk